

inNalar.com – Tentara Israel melaporkan bahwa dua pasukan komandonya tewas dalam pertempuran di Jalur Gaza Selatan.
Adapun terdapat 3 pasukan Israel yang terluka parah dalam pertempuran tersebut.
Dengan begitu, jumlah tentara Israel yang terbunuh sejak konflik dimulai telah meningkat menjadi 566 orang.
Sementara itu, Israel telah membunuh lebih dari 28 ribu orang di Gaza.
Diketahui bahwa Pada akhir tahun 2023 Afrika Selatan mengajukan kasus ke Mahkamah Internasional (ICJ).
Dalam kasus tersebut, Israel disebut gagal menjunjung komitmennya berdasarkan Konvensi Genosida 1948.
Dalam keputusan sementaranya pada bulan Januari, Mahkamah Internasional memutuskan bahwa klaim Afrika Selatan masuk akal.
Mereka memerintahkan tindakan sementara bagi pemerintah Israel untuk menghentikan tindakan genosida.
Selain itu, Israel juga diperintahkan mengambil tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.
Sementara itu, pada Senin pagi 12 Februari 2024, Militer Israel menyelamatkan dua sandera dalam serangan di Jalur Gaza.
Setidaknya 50 warga Palestina tewas dalam serangan udara yang merupakan bagian dari operasi tersebut.
Operasi tersebut terjadi di Rafah, kota di tepi selatan Jalur Gaza di mana 1,4 juta warga Palestina mengungsi untuk menghindari pertempuran.
Tentara mengidentifikasi para sandera yang diselamatkan sebagai Fernando Simon Marman dan Louis Har.
Para sandera ditahan di sebuah apartemen lantai dua di Rafah, di bawah penjagaan orang-orang bersenjata Hamas
Dilansir inNalar.com dari itv.com, keduanya diterbangkan ke Rumah Sakit Sheba dan dilaporkan dalam kondisi medis yang baik.
Meskipun begitu, Israel mengatakan sekitar 100 sandera masih disandera oleh Hamas, sementara Hamas menahan sekitar 30 sandera lainnya.***