

inNalar.com – Peristiwa Jennin pada tahun 2002 yang dilakukan pejuang Jennin dalam melawan Israel merupakan inspirasi Hamas dalam serangan yang dilancarkan pada Sabtu lalu.
Perang yang selama ini terjadi selalu memunculkan kebuntuan terkait serangan balik Israel. Sehingga Hamas perlu memutar otak dan mengatur ulang strategi yang digunakan dalam melawan Israel.
Pasukan Hamas juga terinspirasi dari kelompok Hizbullah yang dimiliki Lebanon. Strategi perang yang digunakan Hamas kali ini juga menerapkan beberapa inovasi dari serangan pemberontak Hizbullah.
Baca Juga: Bikin Geger! Candi Peninggalan Majapahit di Sidoarjo Jawa Timur Ini Dikelilingi oleh Semburan Lumpur
Dengan menggunakan efek kejutan, dan strategi perang perkotaan mampu membuat kocar-kacir pemerintah Israel.
Terlebih pertahanan utama militer Israel yang terdapat di Tel Aviv mengalami kelumpuhan akibat serangan yang diluncurkan Hamas pada beberapa hari lalu.
Dengan pertemuan yang pernah dilakukan Hamas terutama para pejuang Jennin membuat Hamas mampu melakukan serangan yang mengenai titik vital pertahanan Israel.
Tidak hanya itu, strategi psikologis yang digunakan Hamas dalam menahan para tawanan perang disiarkan secara langsung di media massa.
Efek psikologis yang dilakukan Hamas juga memberikan dampak signifikan. Alhasil pemerintah Israel tergesa-gesa dalam mengatur strategi.
Tidak hanya itu, serangan dari beberapa kelompok lain Hizbullah dan kelompok Suriah juga menyebabkan Israel kewalahan dalam menghadapi serangan yang terjadi.
Dilansir dari Al Jazeera Israel juga sedang menghadapi situasi politik yang tidak kondusif, pengesahan undang-undang yang dilakukan oleh kelompok sayap kanan pemerintahan membuat banyak protes yang bermunculan.
Selain itu, belajar dari pengalaman serangan Hamas pada tahun 2014. Hamas ‘memanfaatkan’ dengan baik strategi serangan perkotaan, penggunaan jaringan terowongan, hingga faktor psikologis dan perang asimetris.
Semua strategi telah diadopsi oleh Hamas guna memberikan dampak yang besar terhadap Israel.
Tak hanya itu, Hamas juga mampu memaksimalkan hulu ledak (IED) dengan disebar di berbagai titik yang terdapat di jalur Gaza.
Diketahui taktik tersebut telah digunakan oleh militer Israel ketika melakukan penyerangan di kamp pengungsian Jennin.
Setidaknya terdapat kurang lebih 52 warga Palestina yang meninggal dunia, terdiri dari warga sipil, wanita dan anak-anak.
Dari pengalaman itulah muncul taktik hulu ledak IED sebagai sarana penghancuran lokasi vital pertahanan militer Israel.
Selain berbiaya rendah, hulu ledak IED juga memberikan kerusakan fatal dan mudah untuk disembuyikan. Hamas pun melakukan taktik ini ketika melakukan penyerangan pada Sabtu lalu.
Sejak saat itu, Hamas memfokuskan untuk memberikan kerusakan terhadap infrastruktur militer Israel, mulai dari kendaraan patroli, dan instalasi militer lainnya milik Israel. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi