

inNalar.com –Tidak salah lagi jika Kalimantan Barat dijuluki dan mendapatkan penghargaan sebagai kampung adat terbaik yang ada di Indonesia.
Daerah Kalimantan Barat terkenal dengan suku yang memiliki pengobatan ajaib dan bisa menyembuhkan penyakit.
Bahan budaya dari leluhur juga dijaga dengan baik dan dilestarikan hingga sekarang, kampung ini berada di daerah Bengkayang.
Baca Juga: 419 KM ke Kota Jambi, Gunung di Kerinci Ini Jadi Puncak Pulau Sumatera dan Habitat Harimau Sumatera
Kampung tersebut dinobatkan sebagai kampung terbaik pada tahun 2019 oleh Indonesia, daerah perkampungan Bengkayang bisa disebut dengan Bung Kapuak.
Bung Kapuak sendiri adalah perkampungan tua yang dihuni oleh suku Dayak Bidayuh yang terletak di Kabupaten Bengkayang.
Bahkan kampung adat tersebut dinobatkan sebagai kampung adat yang terpopuler dan juga terbaik, penghargaan tersebut bukanlah semena-mena melainkan diberi secara langsung oleh Kementerian Pariwisata.
Baca Juga: Skema BUMN Selesaikan Kreditur Istaka Karya, Erick Thohir: Kami Siap Bekerja Keras
Pemberian penghargaan dilakukan agar masyarakat yang menempati daerah tersebut dapat memiliki motivasi untuk terus selalu menjaga dan juga memaksimalkan potensi yang sudah ada.
Kampung adat yang terletak di Bengkayang Kalimantan Selatan tersebut masih melestarikan adanya upacara adat bahkan diwariskan secara turun temurun dan tidak sirna dengan perkembangnya zaman.
Upacara adat yang dilakukan di Kampung Bengkayang Kalimantan Barat yaitu seperti Gawi Sowa, yang memiliki tujuan untuk permohonan kepada leluhur dan juga nenek moyang untuk melimpahkan rezeki.
Serta ucapan terimakasih kepada para leluhur atas kelimpahan panen yang masyarakat kampung Bengkayang peroleh.
Setiap daerah pasti memiliki makanan khas, begitu juga dengan Kampung yang berada di Kalimantan Barat ini juga memiliki makanan khas para masyarakat setempat.
Makanan tersebut adalah Kue Tampi, bentuk dari kue ini memiliki kesamaan seperti kue cucur, bahkan resep pembuatan dari Kue Tampi makanan khas Kampung Bengkayang juga sama dengan proses pembuatan cucur.
Namun bentuk dari Kue Tampi tidak bulat seperti cucur yang memiliki bentuk bulat, biasanya Kue Tampah disajikan saat waktu tertentu saja.
Seperti ada acara adat atau acara penting lainnya karena Kue Tampi ini memiliki arti dan juga filosofi serta simbol tertentu sehingga pembuatannya juga dilakukan saat acara penting dan sakral.
Di kampung tersebut terdapat satu bangunan rumah yang digunakan untuk melaksanakan upacara adat yang memiliki nama ‘Rumah Benteng Samlatan’.***