

inNalar.com – Akibat lahar dingin yang disemburkan oleh Gunung Semeru, beberapa jembatan di Kabupaten Lumajang terputus.
Total jembatan yang terputus di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur akibat banjir lahar dingin mencapai lima jembatan.
Pertama adalah jembatan yang menghubungkan Desa Kloposawit dengan Desa Tumpeng di Kecamatan Candipuro, Lumajang.
Baca Juga: Danau Toba, Satu-Satunya Danau Vulkanik Terbesar di Dunia, Wisata Indonesia Menjunjung Tinggi!
Selanjutnya ada jembatan Kali Regoyo yang menjadi penghubung dari empat dusun, yaitu Sumber Langsep dan Jugosari dengan Kebondeli Selatan dan Sumberwuluh di Lumajang.
Jembatan ketiga yang terkena dampak dari lahar dingin Gunung Semeru adalah jembatan Kali Glidik II dimana jembatan ini menghubungkan Lumajang dan Malang.
Kemudian ada jembatan Limpas yang menjadi penghubung dari 2 desa, yaitu Desa Tumpeng dan Desa Nguter. Masing-masing desa berada di kecamatan yang berbeda.
Terakhir, jembatan yang terputus akibat lahar dingin Gunung Semeru adalah jembatan Kalibiru yang ada di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.
Menghadapi situasi tersebut, diketahui bahwa akan diadakan pembangunan ulang untuk jembatan yang terputus di Kabupaten Lumajang.
Disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bahwa total dana yang dikeluarkan untuk perbaikan mencapai Rp 10,5 miliar.
Baca Juga: Anggarannya Rp 24 Miliar, Lahan Seluas 2,4 Hektar Disulap Jadi Pasar Tradisional di Sulawesi Selatan
Total dana sebesar Rp 10,5 miliar akan digunakan untuk memperbaiki 2 jembatan putus yang ada di Lumajang, Jawa Timur.
Jembatan yang dimaksud adalah jembatan yang menjadi penghubung Desa Kloposawit dan Desa Tumpeng sepanjang 35,85 meter.
Kemudian satu lagi adalah jembatan Kali Regoyo di Lumajang yang panjangnya mencapai 150 meter dengan lebar 2,25 meter.
Estimasi perbaikan jembatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dengan dana Rp 10,r miliar ini adalah dua bulan.
Diketahui bahwa jembatan yang menjadi penghubung Desa Kloposawit dan Desa Tumpeng ini mengalami putus total.
Sehingga, dengan dilakukannya perbaikan, diharapkan jembatan yang ada di Kabupaten Lumajang dapat segera digunakan kembali oleh masyarakat.***