Terima Dana Desa Senilai Rp 129 Miliar! Intip 5 Kampung di Tulang Bawang yang Paling Tajir, Bisa Tebak?

inNalar.com – Dana desa merupakan dana yang bersumber dari APBN dan diperuntukan bagi desa dan salah satu daerah yang mendapatkan dana tersebut adalah Kabupaten Tulang Bawang.

Setidaknya di Tulang Bawang terdapat 147 desa menurut data yang dirilis oleh bps.go.id pada tahun 2022.

Di antara 147 desa di Tulang Bawang terdapat beberapa desa yang menerima dana desa paling besar dengan total penerimaan dana desa senilai Rp129 Miliar di Tulang Bawang.

Beberapa desa yang menerima dana desa yang paling besar tersebut lah yang disebut-sebut sebagai kampung terkaya di Tulang Bawang.

Baca Juga: Mengapung di Atas Laut, Warung Terunik di Lampung ini Banyak Diminati Karena Punya Sensasi yang Beda!

Berikut 5 Kampung di Tulang Bawang yang paling tajir berdasarkan penerimaan dana desa diantaranya,

5. Kampung Makarti Tama

Kampung Makarti Tama menempati posisi ke-5 yang paling tajir di Tulang Bawang berdasarkan penerimaan dana desa.

Kampung ini mendapat alokasi dana desa sebesar Rp1.207.740.000.

4. Kampung Dwi Tunggal Jaya

Kampung Dwi Tunggal Jaya menempati posisi ke-4 yang paling tajir di Tulang Bawang berdasarkan penerimaan dana desa.

Kampung ini mendapat alokasi dana desa sebesar Rp1.266.019.000.

Baca Juga: Terkenal Sebagai Pintu Gerbang Sumatera, Ternyata Lampung Juga Punya 4 Julukan Lain, Penasaran Apa Saja?

3. Kampung Kekatung

Kampung Kekatung menempati posisi ke-3 yang paling tajir di Tulang Bawang berdasarkan penerimaan dana desa.

Kampung ini mendapat alokasi dana desa sebesar Rp1.271.965.000.

2. Kampung Sungai Nibung

Kampung Sungai Nibung menempati posisi ke-2 yang paling tajir di Tulang Bawang berdasarkan penerimaan dana desa.

Kampung ini mendapat alokasi dana desa sebesar Rp1.521.758.000.

1. Kampung Gedung Meneng

Kampung Gedung Meneng menempati posisi ke-1 yang paling tajir di Tulang Bawang berdasarkan penerimaan dana desa.

Kampung ini mendapat alokasi dana desa sebesar Rp1.913.781.000.***

Baca Juga: Sudah Ada Sejak 1305, Rumah Tertua di Provinsi Lampung ini Tak Lagi Jadi Tempat Wisata, Kenapa?

 

 

Rekomendasi