

inNalar.com – Kabar baru kembali mengenai Inggris yang akan melakukan pembangunan pabrik baterai di Sulawesi Selatan.
Pembangunan pabrik baterai oleh Inggris tersebut berlokasi di kawasan industri Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Kawasan industri yang terletak di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan sendiri luasnya terbentang hingga 3.000 hektar.
Pabrik baterai yang akan dibangun di kawasan industri Sulawesi Selatan tersebut mendapatkan nilai investasi yang sangat besar.
Nilai investasi untuk pembangunan pabrik baterai di salah satu wilayah Sulawesi Selatan mencapai Rp 135 triliun.
Diketahui bahwa terdapat 3 investor dibalik besarnya nilai investasi untuk pembangunan pabrik baterai oleh Inggris.
Tiga perusahaan yang menjadi investor adalah Belgia Umicore, perusahaan Inggris EVision, dan perusahaan Swiss Glencore.
Diketahui bahwa ketiga perusahaan yang menjadi investor dari pembangunan pabrik baterai akan bermitra dengan PT. Aneka Tambang Tbk.
Pabrik baterai senilai Rp 135 triliun di Sulawesi Selatan tersebut nantinya akan memiliki kapasitas 20 GigaWatt.
Salah satu keunikan dan kealamian yang dimiliki oleh kawasan industri Bantaeng, Sulawesi Selatan adalah green energy.
Kawasan industri green energy di Bantaeng, Sulawesi Selatan tersebut diketahui menggunakan energi yang bersumber dari PLTA.
Sehingga, pabrik baterai di kawasan industri Bantaeng, Sulawesi Selatan juga akan menggunakan energi yang bersumber dari tenaga angin.
Disamping pembangunan pabrik baterai di Sulawesi Selatan, pemerintah juga sedang mempercepat realisasi investasi tambang nikel di Papua.
Nikel yang berasal dari Papua ini nantinya akan menjadi pasokan untuk pabrik baterai di Sulawesi Selatan.
Dipasok nikel dari Papua, pabrik baterai di Sulawesi Selatan akan melakukan produksi dengan energi yang bersumber dari PLTA.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi