

inNalar.com – Menjadi infrastruktur penyambung dua daerah, jembatan biasanya dibangun dengan lebar agar cukup dilalui banyak kendaraan.
Namun, berbeda halnya dengan jembatan di Kalimantan Utara yang terhubung di pelabuhan ini.
Jembatan tersebut rupanya menjadi destinasi wisata di Kalimantan Utara, akan tetapi memiliki lebar satu mobil saja.
Baca Juga: WOW! Ini Dia Tips Paling Nyata dalam Menyimpan Rendang Agar Tahan Lama Sampai Berbulan-bulan
Dilansir inNalar.com dari berbagai sumber, jembatan tersebut merupakan dermaga Pelabuhan Sei Nyamuk atau yang biasa disebut Jembatan Sei Pancang.
Meski disebut sebagai jembatan, umumnya tempat ini adalah dermaga tempat berlabuhnya kapal.
Namun, karena bentuknya yang membentang hingga ke tengah lautan, warga sekitar menyebutnya sebagai jembatan.
Dengan panjang mencapai 3 kilometer, Jembatan Sei Pancang menjadi bagian pelabuhan di Sebatik.
Keistimewaan jembatan ini adalah menjorok sekitar 2,5 km keluar darat, di mana pengunjung bisa melihat langsung pemandangan laut.
Selain membentang hingga ke tengah laut, Jembatan Sei Pancang juga dapat digunakan sebagai spot berfoto yang unik.
Pasalnya, jembatan yang berbatasan langsung dengan negeri tetangga tersebut menyuguhkan pemandangan Kota Tawau, Malaysia di sampingnya.
Sayangnya, jembatan ini tidak bisa digunakan untuk berlalu lalang banyak kendaraan.
Karena pada dasarnya menjadi bagian dari dermaga di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara, tempat ini memiliki lebar yang sempit.
Kendaraan yang bisa melalui jembatan ini hanyalah dua jalur sepeda motor yang memiliki arah berlawanan.
Sedangkan, bila pengunjung membawa mobil tidak dapat berpapasan dengan kendaraan lain di jembatan.
Sehingga, untuk pengendara yang membawa kendaraan roda empat menuju jembatan ini diharuskan untuk bergantian.
Jembatan Sei Pancang menjadi pilihan spot wisata unik perbatasan Kalimantan Utara dengan Malaysia.
Meski belum diketahui berapa tarif masuk untuk melalui jembatan ini, namun tempat tersebut terbuka untuk umum.***