Terhambat! Anggarkan APBN Rp63 Miliar, Pembangunan Bendungan Marangkayu di Kalimantan Timur Ini Alami Kendala

inNalar.com – Bendungan ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menopang sistem irigasi persawahan dan menjadi sumber air bagi masyarakat sekitar. 

PNS pada bendungan ini sesuai dengan Perpres No. 109 Tahun 2020 dalam menambah jumlah tampungan air untuk mendukung program ketahanan pangan dan air. 

Bendungan Marangkayu sudah dibangun sejak 2007 oleh Pemprov Kalimantan Timur dan diambil alih oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV Samarinda. 

Baca Juga: 32 Tahun Berdiri, Perusahaan Pertambangan Ini Kuasai Konsesi Tambang Batu Bara di 5 Kabupaten Pulau Borneo

Untuk pekerjaan fisik melalui Kementerian PUPR telah tuntas 100% yang akan melanjutkan tahap penggenangan tahap pertama. 

Namun tahap tersebut belum dapat dilakukan karena terdapat permasalahan dalam pembebasan lahan atas Bendungan Marangkayu di Kalimantan Timur ini. 

Koordinasi terus dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV Samarinda dengan pihak terkait yang diharapkan masalah tersebut segera terselesaikan. 

Baca Juga: Dibangun 1883, Gereja Tertua di Kepulauan Riau Ini Namanya Unik dan Jadi Peninggalan Belanda di Tanjungpinang

Proyek Bendungan Marangkayu ini merupakan penanggung jawab Kementerian PUPR dengan didanai oleh APBN dan APBD.

Pendanaan APBN senilai Rp 63,03 M dalam pembangunan spillway dengan kontraktor PT. Waskita Karya (persero).

Untuk pembangunan badan bendungan ini akan menggunakan dana APBD Provinsi Kaltim yang dikerjakan oleh Dinas PU Provinsi Kalimantan Timur.

Baca Juga: Tak Kalah Dari Kopi Vietnam, Ini 9 Jenis Sajian Kopi Khas dari Berbagai Daerah di Indonesia, Mana Favoritmu?

Berencana akan memiliki kapasitas 12,37 m3 yang diharapkan mengairi lahan dengan luas 4.500 hektar. 

Selain untuk mengairi lahanBendungan Marangkayu juga dimanfaatkan sebagai pengendalian banjir dan menjadi potensi pariwisata.

Perairan dari bendungan ini memanfaatkan aliran sungai Marangkayu yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah masa panen periode satu tahun.

Saat ini peningkatan daerah Irigasi (DI) Marangkayu sudah dikerjakan sekitar 1.300 hektar menggunakan sistem tadah hujan dan irigasi desa. 

Menurut data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas proyek bendungan ini mempunyai investasi dengan total 272 M dari APBN dan APBD. 

Bendungan Marangkayu berlokasi Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur.***

 

Rekomendasi