

inNalar.com – Terduga Bjorka asal Madiun ditangkap polisi, ibunya menyatakan bahwa anaknya tidak memiliki komputer, hal ini membuat geger warganet.
Netizen menyebut jangan sampai polisi menangkap tukang cendol, bukan Bjorka yang sebenarnya karena pemuda dari Madiun disebtukan tak punya komputer.
Pemuda di Madiun yang ditangkap polisi disebutkan sehari-hari menjual es di depan salah satu pasar, benarkan terduga Bjorka itu seorang hacker?
Yang mana Bjorka baru-baru ini sudah membobol banyak data dan membagikannya melalui media sosial, hingga diduga dokumen Presiden Jokowi pun diretas.
Baca Juga: Bang Edi Berusaha Kuasai Pasar, Simak Kelanjutan Preman Pensiun 6 Disini, Akses Mudah dan Gratis
Sebagaimana dilansir inNalar.com dari unggahan akun Instagram @viralkak pada Jumat, 16 September 2022 ibunda pemuda terduga Bjorka asal Madiun mengatakan.
Bahwa anaknya Muhammad Agung Hidayatullah (MAH) tidak memiliki komputer di rumahnya, hanya sebuah ponsel saja yang selalu digenggam di tangannya.
Hal ini bisa dilihat dari kondisi kamar anaknya yang jelas tidak ada sebuah komputer pun di dalamnya, ibunda MAH berharap putranya bisa segera dipulangkan.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo menyebutkan bahwa untuk MAH terduga Bjorka asal Madiun sedang dalam proses pendalaman kasus.
Seluruh tim terkait kasus terduga Bjorka masih bekerja mendalami, sehingga belum bisa diambil kesimpulan. Postingan tersebut pun mendapat banyak tanggapan.
Diantaranya ada yang menuliskan kasihan nggak sih, untungnya tidak seberapa. Korban salah tangkap, seorang Bjorkan tidak bisa tertangkap begitu saja.
Pasti ada 1001 cara untuk menghilangkan jejak Bjorka, inilah dunia maya, apa saja bisa dirubah. Diam seperti pemalu, bergerak salah sasaran baru. Agar terlihat kerja.
Dikira netizen pada zaman sekarang percaya asal tangkap begitu, jangan sampai tukang cendol yang ditangkan sebagai terduga Bjorka di Madiun, buat malu.
“Jangan sampai tukang cendol kamu tangkap juga Pak Polisi, malu-maluin saja, ini tu masuk berita Internet sosmed, emang kadang kadang ya kamu,” tulis akun @mayanurhidayahmay.
Katanya hacker bukan tingkat tinggi, tapi kok sulit mencarinya, mending nggak punya komputer, dari pada tak memiliki keahlian mengurus negara.
Biar dapat tumb saja, agar kelihatan keren. Tidak polisi nggak lucu, panik pemerintah, mungkin hacker memakai rice cooker untuk meretas data. Itu cuma diperiksa saja.
Tidak perlu khawatir, sebentar lagi dipaksa jadi tersangka. Hacker penjual es di pasar disingkat Bjorka. Panik semua orang, tenang, polisi Indonesia hebat.
Jangankan Bjorka, malaikat Jibril saja ditangkap waktu dulu. Apa kabar Sambo? Makin lawak, sibuk nyari Bjorka sedangkan kasus di depan mata tak terpecahkan.***