

inNalar.com – Diabetes Melitus adalah salah satu penyakit yang menyerang seseorang tidak pandang usia.
Penyakit Diabetes Melitus ini bisa menyerang anak kecil hingga lansia tergantung dari pola hidup masing-masing.
Adapun beberapa gejala dari penyakit Diabetes Melitus ini yaitu seperti poliuria atau sering buang air kecil, polifagia atau mudah lapar, dan polidipsia atau sering merasakan haus.
Namun, pada beberapa kasus penyakit Diabetes Melitus terdapat beberapa keluhan lainnya seperti pengelihatan kabur, sering kesemutan pada bagian tangan ataupun kaki, dan koordinasi gerak anggota tubuh terganggu.
Selain berkunjung ke dokter untuk mengobati penyakit Diabetes Melitus, ternyata terdapat pengobatan pendamping sebagai alternatif untuk meringankan Diabetes Melitus.
Pengobatan pendamping tersebut dengan cara meminum ramuan herbal yang terbuat dari daun ceri atau daun kersen.
Daun kersen atau daun ceri merupakan tanaman yang memiliki buah dengan rasa yang sangat manis dan tubuh secara liar di pinggir jalan.
Namun, siapa sangka ternyata daun kersen atau daun ceri dapat digunakan untuk mengatasi gula darah yang tinggi.
Daun Kersen mengandung beberapa vitamin seperti Vitamin A, Vitamin C, Kalsium, Kalium, Beta Karoten, Riboflavin, Zat Besi dan lain sebagainya.
Selain itu, Daun Kersen juga kaya zat antioksidan seperti Polifenol, Tanin, dan Triterpene. Berdasarkan kandungan tersebut, daun kersen memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan.
Manfaat dari daun kersen sendiri adalah meningkatkan sistem imunitas tubuh, mengontrol kadar gula darah, dan dapat mencegah kanker.
Cara mengonsumsi daun kersen ini sangat mudah yaitu siapkan daun kersen sebanyak 50 gram hingga 100 gram.
Kemudian, rebus daun kersen menggunakan kurang lebih satu liter air. Tunggu hingga mendidih dan air berkurang sekitar setengahnya.
Tunggu hingga suhu rebusan tersebut sampai hangat, lalu saring ramuan herbal untuk mengontrol gula darah tersebut.
Tambahkan sedikit madu dan ramuan rebusan daun kersen siap untuk dikonsumsi. Kalian dapat meminum rebusan daun kersen ini sebanyak 1 hingga 2 kali sehari.***(Alfina Indira)