

inNalar.com – Sebuah masjid raya di Kota Tanjungpinang ini memiliki dua fungsi, yaitu menjadi tempat peribadatan sekaligus sebagai situs cagar budaya.
Dibangun pada tahun 1803, tempat ibadah umat Islam paling unik di Kepulauan Riau ini mulanya terbuat dari material kayu.
Namun saat Raja Abdurrahman menjabat sebagai Yang Dipertuan Muda ke–7 di Kerajaan Riau-Lingga, tepatnya pada 1832, masjid ini direnovasi dengan bahan material tidak terduga.
Tempat ibadah tersebut direnovasi dengan material komponen bahan bangunan yang dicampur dengan material tidak terduga, yaitu putih telur.
Itulah mengapa banyak yang menyebut Masjid Sultan Riau ini memiliki keunikan khas yang tidak dimiliki oleh tempat salat lainnya.
Mulai tahun 2022, Pemprov Kepulauan Riau mulai menggiatkan revitalisasi sejumlah infrastruktur di Pulau Penyengat, Tanjungpinang.
Salah satu bangunan bersejarah yang turut jadi target renovasi tersebut adalah Masjid Raya Sultan Riau.
Tempat ibadah ini dipoles hingga tampil cantik dan terawat tanpa mengubah nilai kesejarahan yang terkandung dalam arsitektur bangunannya.
Biaya pemugaran untuk renovasi masjid raya ini menelan biaya hingga Rp6 miliar dan berpotensi mendapatkan tambahan dana pada tahun 2024.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad membeberkan penambahan dana sebesar Rp2 – 3 miliar untuk paket pengerjaan revitalisasi Pulau Penyengat.
Dalam paket dana tambahan tersebut, termasuk di dalamnya pengerjaan revitalisasi Masjid Raya Sultan Riau.
Sebagai informasi tambahan, arsitektur masjid yang juga menjadi cagar budaya ini memiliki sarat makna keagaamaan.
Contohnya seperti pada tampilan 13 buah anak tangga yang menjadi isyarat dari adanya 13 rukun salat.
Selain itu adanya 6 buah jendela besar yang jumlahnya sengaja diserupakan sesuai jumlah rukun iman.
Pada atap bangunan masjid tersebut, terlihat adanya 13 kubah dan 4 menara yang merupakan akumulasi dari jumlah rakaat salat muslim dalam sehari.
Pada tahun 2022 lalu, sederetan pengerjaan di segala sisi masjid mulai dari kubah, rooftop, fasilitas peristirahatan musafir, hingga instalasi listrik seluruhnya telah dibenahi oleh Pemprov Kepulauan Riau.
Perubahan tampilan yang lebih cantik dan terawat pada Masjid Raya Sultan Riau ini diharap semakin banyak mengundang perhatian dan sejumlah pengunjung baik dari lokal maupun mancanegara.***