Terbongkar! Awalnya Cuma Tukang Cuci Piring, Ternyata Ini Rahasia Owner Restoran Sederhana Masakan Padang Bisa Sukses


inNalar.com
– Masyarakat Indonesia pastinya sudah tidak asing lagi dengan warung makan masakan padang Sederhana.

Bagaimana tidak, restoran tersebut saja sudah menjamur pada tiap daerah di Indonesia.

Bahkan jika menilik sejarhnya, owner warung makan padang yang terkenal tersebut dulunya hanyalah tukang cuci piring.

Baca Juga: Modal Cuma Rp 6 Ribu, Ini Cara Ampuh Bersihkan Noda Hitam di Keramik Kamar Mandi

Melansir dari kanal YouTube Si Kutu Buku, nama pemilik warung makan padang terkenal itu adalah Bustaman.

Lahir pada tahun 1942, Bustaman dibesarkan dari keluarga sederhana di Lubuk Jantan Lintau buo, Sumatera Barat.

Terhambat ekonomi, ternyata Bustaman hanya bisa melanjutkan pendidikannya hingga kelas 2 sekolah rakyat, atau kini disebut dengan sekolah dasar.

Baca Juga: Tips Hemat, Begini Cara Buat Minyak Goreng Sendiri Dari Kelapa Tua di Rumah

Berlanjut pada tahun 1955, Bustaman mengikuti pamannya untuk merantau dan menjadi supir bus di daerah Jambi.

Tidak hanya itu, bahkan ia pernah menggeluti pekerjaannya juga sebagai pedagang jagung rebus, kenek angkot, penjual rokok, pedagang asongan hingga menjadi tukang cuci piring.

Pada tahun 1970, ternyata Bustaman memilih merantau ke Jakarta dengan berjualan rokok di grobag walau baru menikah selama dua tahun dan sudah dikaruniai satu anak.

Baca Juga: Cara Membersihkan Wastafel Berkarat Jadi Bersih Kinclong Modal Rp3 Ribu, Siapkan 2 Bahan Ini

Sayangnya, pada tahun 1975 di daerah Jakarta justru terjadi kericuhan antara etnis Minang dengan preman sekitar sehingga membuat keluarganya harus melarikan diri ke wilayah Pejompongan.

Karena melarikan diri ke wilayah Pejompongan itulah membuat penghasilan ia sangat berkurang.

Sebab yang awalnya dapat mengantongi Rp8000, setelah berpindah ia hanya bisa menerima Rp2000 per hari.

Baca Juga: Nyesel Baru Tau, Ternyata Memasak Nasi Biar Pulen dan Tidak Cepat Basi Cuma Ditambahi Satu Rempah Ini

Terdesak dengan penghasilan yang kecil, membuat Bustaman berfikir untuk membuka usahanya sendiri.

Awalnya, ia ingin membuka warung martabak manis karena temannya memiliki pengalaman dalam membuat martabak.

Namun, saat ia akan diajari membuat martabak manis, temannya tersebut justru tidak kunjung datang.

Meski begitu, berbekal pengalamannya dalam mencuci piring saat di Jambi, ia berinisiatif untuk membuka lapak kecil di pinggir jalan.

Saat itulah dengan lapak berukuran 1 kali 1 meter ditambah dengan bekas grobag rokoknya ia membuka warung bernama Sederhana.

Na’asnya, ternyata baru satu hari berjualan, penghasilan tersebut malah dibawa lari oleh pembantu barunya.

Satu minggu setelah kejadian tersebut, ia justru berkenalan dengan warung penjual makanan asal Sumatera Utara di samping lapaknya dan mencicipi hasil hidangannya.

Merasa makanan yang dihidangkan orang Sumatera Utara tersebut enak, Bustaman meminta tolong untuk membagikan resep makanannya dan diajarinya memasak.

Siapa sangka? Ternyata pemilik masakan sebelah tersebut dengan ringan tangan memberikan resepnya dan mengajari Bustaman memasak.

Berawal dari sinilah usaha warung makan Bustaman semakin ramai hingga banyak pelanggan.

Selain itu, bahkan dari kebaikan hati itulah membuat Bustaman selaku owner Masakan Padang Sederhana tak pernah pelit membagikan resep makanannya.

Sebab menurut Bustaman, jika kita pelit membagikan ilmu ke orang lain, maka kita tak akan pernah maju.

Bahkan selama ia membuka restoran Padang Sederhana, banyak kali karyawannya keluar dan memilih membuka usahanya sendiri.

Namun saat karyawannya berhasil membuka usahanya sendiri dan sukses, Bustaman justru bangga.

Perlu diketahui, manajemen warung makan Bustaman ini menggunakan konsep naik bersama tumbuh bersama.

Dengan kata lain, karyawan yang bekerja dengan Bustaman dari awal tidak digaji melainkan dianggap sebagai Mitra perusahaan.

Sementara itu, keuntungan 50% nantinya akan diberikan pada para karyawan sedangkan sisanya akan dimiliki oleh para investor.

Nah itulah kisah owner Masakan Padang Sederhana Bustaman yang berawal dari tukang cuci piring.

Memang sesuatu yang besar haruslah diawali dengan yang kecil, dan terutama janganlah pelit berbagi ilmu.

***

 

Rekomendasi