Terbesar se-Indonesia, Waduk di Jawa Barat Ini Ternyata Ada Sejak Era Presiden Soeharto, Coba Tebak!

inNalar.com – Waduk, menjadi salah satu konstruksi penting yang di bangun oleh Indonesia.

Keberadaan waduk memiliki fungsi yang banyak bagi masyarakat, sehingga keberadaannya sangat dibutuhkan.

Waduk terbesar yang ada di Indonesia ternyata bertempat di Jawa Barat, dan dibangun sejak era Presiden ke-2 Soeharto.

Baca Juga: Keluarga Cendana Soeharto: Berawal dari Bisnis Keluarga hingga Jadi Kerajaan, Ada Sosok yang Disingkirkan?

Dilansir dari Stekom, waduk ini bukan hanya terbesar di negara, namun juga se-Asia Tenggara.

Waduk ini bernama Cirata, salah satu yang terpopuler di Indonesia, dengan sumber daya air yang terbendung sangat berlimpah.

Hingga dapat mengaliri 3 Kabupaten di Jawa Barat, yakni Cianjur, Purwakarta, Bandung Barat.

Baca Juga: Berpangkat Jenderal, Mengapa Soeharto Tak Ikut Diculik dalam Tragedi G30S PKI? Benarkah Jadi Dalangnya?

Waduk Cirata menjadi tumpuan hidup masyarakat sekitar mulai dari budidaya perikanan, pertanian, wisata, transportasi air, hingga sarana mengendalikan debit air.

Waduk di Jawa Barat ini, memiliki wilayah seluas 43.777,6 hektare, sehingga dapat menopang Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) terbesar se Asia Tenggara.

PLTA Cirata mulai dioperasikan terhitung sejak 1 April 1988 dengan kapasitas sebesar 250 MW dan ditingkatkan menjadi 1.000 MW pada 1998.

Baca Juga: Lawakan Receh! Lontarkan ‘Kamu Milea Ya’ Pada ODGJ, Netizen: Siapakah yang Gila di Antara Mereka Sebenarnya

Awalnya, waduk terbesar ini mulai dibangun pada 1986 hingga 1987, dengan mengarahkan sedikitnya 5.000 tenaga Indonesia dan asing.

Diketahui jika waduk tersebut dirancang oleh Indra Karta dan NEWJEC dengan kontraktor dari pembangunan perumahan, Taisei, dan Mitsubishi.

Secara kepemilikan, waduk ini dioperasikan di bawah pengelolaan Perusahaan Listrik Negara sejak tahun 1988.

Menariknya, rencana pembangunan waduk Citarum ini sudah dimulai sejak masa kolonial Belanda yang saat itu melakukan survei kelayakan.

Sampai pada 1948, Prof.Ir.W.J van Blommestein menerbitkan makalah terkait rencana pembangunan waduk ini ke sungai Citarum, setelah melakukan pembangunan di Jatiluhur, hingga diresmikannya oleh Presiden Soeharto tahun 1988.

Adapun letak waduk ini, berada di Desa Cadas Sari, Kecamatan Tegal Waru Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat.

Jika ingin menggunakan tol Cipularang dari arah Bandung, bisa keluar di pintu tol Cikalong Wetan dan lanjut menuju arah Cirata.

Pemanfaatan waduk hingga saat ini, bukan hanya menahan tampngan air, namun juga berdampak pada ketahanan pangan.

Seperti menjadi tempat wisata dan budidaya ikan tawar. Daya tarik dari waduk Cirata ini adalah lomba dayung perahu nasional yang diadakan di Jangari daan Cianjur setiap tahun.

Adapun salah satu ikan air tawar di waduk Cirata ini adalah ikan mas, yang memiliki ukuran besar dan dagingnya tidak bau lumpur.

Inilah gambaran waduk terbesar yang ada di Jawa Barat, dan sudah ada sejak era Soeharto dengan segudang manfaat.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]