Terbesar ke-2 Indonesia, PLN Gaet Hongkong Bangun PLTS Terapung di Malang: Produksi Listrik 218 GWh!


inNalar.com – PT PLN terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung transisi energi hijau di Indonesia.

Salah satu proyek unggulannya adalah (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) PLTS Terapung Karangkates yang berlokasi di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Proyek PLTS Terapung Malang ini merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia dan diproyeksikan mampu menghasilkan listrik bersih hingga 218 Gigawatt hour (GWh) per tahun.

Baca Juga: Kota Baru di Bandung Barat? Tiga Daerah di Kabupaten Bandung Barat Ini Diproyeksi Terkena Rencana Pemekaran

Perusahaan Listrik Negara menjalin kemitraan strategis dengan GD Power Overseas Investment Company (GD Power) untuk mengembangkan pembangkit listrik ini.

PLN Nusantara Renewables (PLN NR), anak usaha Perusahaan Listrik Negara, ditunjuk untuk menangani langsung pembangunan proyek yang diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

Menurut Ruly Firmansyah, Direktur Utama PLN Nusantara Power, pengembangan energi terbarukan merupakan komitmen perusahaan untuk mendukung pemerintah dalam mencapai target bauran energi terbarukan.

Baca Juga: Jawa Barat Segera Miliki Kota Baru Seluas 95,56 KM Persegi, Wilayah Ini Bakal Lepas dari Kab Bandung Barat

Ia mengungkapkan bahwa mereka ingin menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi perubahan iklim dan transisi energi dan PLTS Terapung yang akan dibangun di Karangkates adalah salah satu langkah penting dalam mewujudkan hal tersebut.

PLTS Terapung di Malang ini akan berperan besar dalam mendukung program transisi energi yang dirancang oleh Perusahaan Listrik Negara.

Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN, menyebutkan bahwa proyek pembangkit listrik di Jawa Timur ini sejalan dengan rencana Perusahaan Listrik Negara untuk menambah kapasitas pembangkit energi terbarukan.

Baca Juga: Rencana Pemekaran Kabupaten Bandung Barat, Dua Kecamatan di Jawa Barat Ditarik ke Kota Baru

Hingga tahun 2040, 75 persen kapasitas pembangkit listrik yang ditambah akan berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT), sementara 25 persennya berbasis gas.

Darmawan menyebut, kerjasama dengan GD Power adalah langkah besar dalam pengembangan energi hijau Indonesia.

Hal ini juga sejalan dengan komitmen PT PLN untuk mendorong transformasi energi di sektor listrik nasional.

Baca Juga: 5 Kecamatan Menyatu, Kabupaten Deli Serdang Akan Bentuk Daerah Baru Seluas 670 KM Persegi

PLTS Terapung Karangkates yang ada di Malang ini diproyeksikan akan menghasilkan listrik bersih yang cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Timur.

Selain akan menjadi pembangkit listrik terbesar kedua di Indonesia, dengan kapasitas listrik mencapai 218 GWh per tahun ini proyek PLTS Terapung ini juga diharapkan mampu mengurangi emisi karbon hingga 180 ribu ton CO2 per tahun.

Ini menjadi langkah signifikan dalam menurunkan jejak karbon dan menjaga kelestarian lingkungan.

Baca Juga: Tak Melulu Lewat Jalan Tol, Pelabuhan Patimban Bakal Bisa Diakses Jalur Kereta Api, Beneran?

Selain itu, menurut Zhao Zhigang, Authorized Representative GD Power Hong Kong Overseas Investment Company Limited, pengembangan PLTS terapung ini juga mencerminkan upaya global dalam mempercepat penggunaan energi terbarukan.

“PT PLN (Persero) menggandeng perusahaan energi asal Hongkong,” dikutip dari PLN.

PLTS Terapung Karangkates dibangun di Waduk Karangkates yang saat ini juga dimanfaatkan oleh PLN untuk mengoperasikan PLTA Sutami dengan kapasitas 3 x 35 MW.

Baca Juga: Kabupaten Seluas 304.472 Ha di Provinsi Banten Ini Siap Dimekarkan, Depak 10 Kecamatan Sekaligus!

Proyek ini menunjukkan potensi besar dari integrasi waduk dengan pembangkit listrik tenaga surya, yang tidak hanya memanfaatkan potensi alam secara maksimal tetapi juga mendukung keberlanjutan energi.

Keberadaan PLTS Terapung Karangkates diharapkan menjadi salah satu sumber energi bersih yang bisa mendukung kebutuhan listrik nasional, terutama di Pulau Jawa.

Ini juga membuka peluang bagi pengembangan proyek serupa di masa mendatang untuk memperluas penggunaan energi terbarukan di berbagai wilayah di Indonesia.***

 

Rekomendasi