

inNalar.com – Provinsi Jawa Timur sebentar lagi akan memiliki tambang bawah tanah raksasa.
Proyek tambang bawah tanah di Jawa Timur ini diproyeksikan beroperasi pada tahun 2027 mendatang.
Total lahan seluas 4.998 ha (hektar) akan disulap sebagai mega tambang di Jawa Timur.
Indonesia memang kaya akan kekayaan alam dan menjadi negara penghasil emas terbesar ke-10 di dunia.
Bahkan, tambang emas terbesar kedua di dunia, Grasberg yang dijalankan PT Freeport Indonesia setiap harinya menghasilkan jutaan emas mentah.
Tambang hasil bumi dengan ukuran raksasa rupanya bakal segera dibangun di Jawa Timur.
Tepatnya, berada di Desa Sumberagun, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi.
Tambang bawah tanah raksasa itu digadang-gadang usianya bisa bertahan mencapai 30 tahun ke depan.
Perlu diketahui, proyek tersebut berada di kawasan Tujuh Bukit dan dioperasikan oleh PT Bumi Suksesindo (BSI) anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk.
Tujuh Bukit sendiri saat ini masih beroperasi dan akan selesai pada 2026.
Tercatat, tambang tersebut sudah mengeruk 1 juta ounces emas.
Nah setelah tutup, perusahaan selanjutnya akan mengembangkan proyek tembaga yang merupakan salah satu proyek tambang terbesar di dunia.
Sedikitnya ada 1,71 miliar ton bijih dengan kadar 0,47% tembaga dan 0,50 g/t emas yang mengandung sekitar 8,1 juta ton tembaga dan 27,4 juta ounces emas,
Termasuk Sumber Daya Terindikasi 442 juta ton dengan 0,60% tembaga dan 0,66 g/t emas yang tersimpang di bawah lahan 4.998 ha tersebut.
Kandungan bijih kelas dunia tersebut dapat dibandingkan dengan Tambang Tembaga Emas Batu Hijau di Sumbawa dan Tambang Grasberg di Kabupaten Mimika, Papua.
PT Merdeka Copper Gold telah melakukan investasi signifikan terhadap proyek tambang tembaga tujuh bukit sejak 2018.
Mulai menjalankan eksplorasi sepanjang 1.890 meter, pengeboran penentu sumber daya, pemodelan geologi dan studi teknis.
Kemudian di bulan Oktober 2022, mereka mengumumkan detail hasil Studi Lingkup yang disiapkan secara independen.
Hasilnya, pengeboran sedalam 83.594 meter yang selesai pada tahun 2017, menegaskan ekonomi positif untuk untuk pengembangan tambang bawah tanah tembaga.
Tambang tembaga bawah tanah diperkirakan berbiaya rendah dan memiliki usia tambang mencapai 40 tahun.
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi