Terbesar di Dunia, Danau di Kaltim Ini Jadi Sarang Kerajaan Ubur-ubur Jinak Satu-satunya di Benua Asia

inNalar.com – Kalimantan Timur memiliki berbagai sumber daya alam melimpah, bahkan yang unik dan menjadi cagar budaya.

Salah satunya adalah sebuah danau yang didiami oleh ubur-ubur di daerah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Umumnya ubur-ubur tinggal di lautan yang memiliki kadar garam, sehingga sungguh hal yang unik bila mengetahui mereka mendiami sebuah danau.

Baca Juga: Bakal Pecah Telur! Nilai Investasi Tol Betung – Jambi Tembus Rp 45,18 Triliun, Sudah Sampai Tahap Apa?

Terlebih lagi, danau ini menjadi satu-satunya yang terbesar dan merupakan satu dari dua habitat ubur-ubur jinak di dunia.

Pastinya suatu kebanggaan bagi Kalimantan Timur yang memiliki habitat kerajaan ubur-ubur jinak di dalam danau air asin.

Dilansir inNalar.com dari laman resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, adapun nama danau ini adalah Danau Kakaban.

Baca Juga: Anggarannya Rp9 Miliar, Rencana Pembangunan Markas PMI Di Kalimantan Barat Ini Punya Fasilitas Memadai

Letaknya berada di Pulau Kakaban yang masih termasuk dalam Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Pulau ini didominasi oleh danau yang berasal dari air laut melalui celah batu kapur dengan luas sekitar 400 hektar.

Air-air laut yang masuk ke dalamnya membentuk genangan besar sehingga disebut sebagai danau air asin.

Baca Juga: 1,6 KM dari Stasiun Serpong, Makam Keramat Ini Menjadi Jejak Penyebaran Islam di Banten

Danau ini merupakan hasil bentukan zaman prasejarah dengan luas 5 kilometer persegi dan dikelilingi dinding karang terjang 50 meter tingginya.

Selain itu, terdapat juga tanaman bakau yang menghiasi sekitar danau, sehingga membuat airnya berwarna kehijauan.

Ubur-ubur yang tinggal di danau ini terdapat empat jenis, dengan dominasi ubur-ubur terbalik dan ubur-ubur emas.

Karena jumlahnya yang sangat banyak, danau air asin di Kalimantan Timur ini dijuluki sebagai ‘Danau Ubur-ubur’.

Pengunjung dapat berenang di dalam air untuk berinteraksi dengan hewan menggemaskan ini tanpa perlu khawatir tersengat.

Pasalnya, danau ini menjadi satu dari dua habitat ubur-ubur jinak di dunia juga menjadi yang terbesar di dunia.

Namun, bagi pengunjung yang ingin berenang harus mematuhi beberapa peraturan seperti tidak boleh menggunakan tabir surya atau mengusik keberadaan hewan di sini.

Ubur-ubur dikenal sebagai makhluk yang rapuh, sehingga peraturan tersebut harus ditaati agar makhluk air ini tetap lestari.

Selain itu, hal ini dilakukan agar keberadaan alam tetap asli dan juga asri, sehingga pengunjung dapat tetap berkunjung tanpa merusak ekosistem yang ada.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]