Terbentuk 3000 SM, Kampung Tertua di Pesisir Aceh Ini Sisakan Jejak Kuno dari Peradaban Kerajaan Lamuri

inNalar.com – Tahukah bahwa para peneliti terpikat pada jejak kuno tersembunyi yang tersimpan di sebuah kampung tua di Aceh?

Disebut kawasan tua, karena kampung misterius Aceh ini diperkirakan terbentuk sejak 3000 SM.

Sebagaimana diketahui, daratan ujung Indonesia ini merupakan gerbang masuk pendakwah Islam Arab pertama di negeri ini.

Baca Juga: 12 Jam dari Bengkulu, Pulau Terluar di Indonesia Ini Satu-satunya Daratan Yang Tak Pernah Menyatu dengan Sumatera

Berkat pengaruh kedatangan mereka, lahir banyak ulama terpandang yang memberikan warna baru bagi jejak khazanah sejarah Aceh.

Adapun jejak kuno yang ditinggalkan nenek moyang Aceh ini salah satunya adalah jejak Kerajaan Lamuri.

Kerajaan kuno tersebut dahulu diketahui memiliki era kejayaannya tersendiri di negeri Seuramo Mekkah.

Baca Juga: Liburan Makin Irit, Wisata Alam di Jogja Berkonsep Pedesaan Ala Eropa Ini HTM-nya Cuma Rp25 Ribu

Salah satu peninggalan sejarah kerajaan kuno yang masih nampak hingga kini adalah sebuah kampung bernama Lamreh.

Dahulu kampung ini berlimpahkan hasil bumi rempah-rempah dan nama Lamuri sendiri sudah disebutkan sejak tahun 1292.

Tepatnya saat Marcopolo berlabuh di Sumatra, khususnya Aceh, dan menemukan para penduduknya telah menyebut Kerajaan Lamuri.

Baca Juga: Gak Perlu ke Bali, Tempat Wisata Jogja Ini Tawarkan Indahnya Sunset dari Atas Tebing yang Mirip Uluwatu

Alasan kuat mengapa Kerajaan Lamuri membangun peradaban mereka di pesisir barat Aceh ternyata karena geografisnya.

Jadi desa ini sendiri letaknya dekat dengan garis perairan Lamreh yang deburan ombaknya sangat tenang dan ada teluk di sekitarnya.

Geografis wilayahnya ini mengundang kapal asing untuk berlabuh lalu membangun peradaban Kerajaan Lamreh di Aceh.

Salah satu jejak fisik yang masih bisa dilihat hingga sekarang adalah Arca Awalokiteswara dan benteng raksasa.

Warisan nenek moyang paling menarik dari Kerajaan Lamuri ini adalah Kampung Lamreh yang hingga kini masih kita jumpai.

Mulai dari melewati sungai kecil yang diliputi lebatnya pepohonan hingga hamparan tanah subur yang dipenuhi hewan ternak.

Pemandangan tersebut akan menjadi pengalaman seru bagi para pecinta jelajah sejarah.

Arkeolog bernama Dedy Satria membeberkan bahwa ada ratusan batu nisan yang tersebar di pesisir pantai dekat Kerajaan Lamuri.

“Tahun 2014, kita pernah buat pemetaan di sini itu ada sekitar 120-an lebih titik koordinat waktu itu,” ungkap Dedy.

Apabila jumlah tersebut digabungkan dengan seluruh titik koordinat yang ditemukan di area pedalaman ada lebih dari 270 batu nisan.

Selain tersebar di pesisir pantai barat Aceh, ada pula yang berada di perbukitan dan lerengnya.

Ditemukan pula sebuah pecahan keramik putih yang identik khas Asia Tenggara di tengah hamparan hijau tak berpenghuni itu.

Keberadaan keramik yang tidak utuh di pedalaman tersebut membuktikan bahwa dahulu pernah ada geliat pemukiman di sana.

Adapun dimungkinkan keramik tersebut berasal dari Vietnam yang menjadi pertanda adanya aktivitas dagang internasional di masa lampau.

Hasil bumi andalan Kerajaan Lamuri Aceh adalah cendana, kayu, dan kapur barus yang sempat jadi andalan ekonomi mereka.

Sebagian informasi yang didapatkan arkeolog Dedy Satria pun menyebut bahwa gading gajah pun dahulu termasuk di dalamnya.

Meski jejak kuno yang masih tersisa hanyalah situs dan artefak tua, tetapi Kampung Lamreh ini menjadi bukti kejayaan kekuatan ekonomi nusantara pada zaman lampau.***

Request tag: kampung, Aceh, peninggalan, Kerajaan Lamuri
https://www.youtube.com/watch?v=w_mNgduniWY

Rekomendasi