Terbengkalai, Bendungan Terbesar di Kalimantan Barat Ini Bisa Mengairi 1000 Hektar Sawah

inNalar.com – Bendungan Merowi adalah satu-satunya bendungan atau waduk yang berlokasi di desa Semayang, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Pembangunan bendungan ini menggunakan dana dari APBD Kabupaten Sanggau dan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan perkebunan masyarakat di wilayah aliran Sungai Merowi.

Dilansir dari kanal YouTube @ORANGKAMPOENG, bendungan ini dibangun pada tahun 1983 dan menjadi bendungan terbesar di tanah air kala itu.

Baca Juga: Termegah se-Kalimatan Barat, Jembatan Mewah Ini Habiskan Rp 450 M dan Berusia Lebih dari 100 Tahun

Awalnya, Bendungan Merowi direncanakan untuk mengaliri sawah seluas lebih dari 1000 hektar, namun tidak bisa difungsikan dengan benar hingga saat ini.

Memiliki luas yang sangat besar, pemerintah dan masyarakat sekitar tampaknya tidak cukup memperhatikan pemeliharaan dan perawatan bendungan ini.

Sebagai akibatnya, beberapa jalur irigasi menjadi terputus atau rusak, bahkan beberapa bagian bangunan sudah usang karena kurangnya perawatan.

Baca Juga: 24 Km dari Denpasar, Desa Kecil di Bali Ini Hampir Tidak Ada Penduduk Miskinnya

Padahal, warga di desa Semayang memiliki harapan besar terhadap bendungan ini, karena diharapkan dapat meningkatkan sektor pertanian di daerah tersebut.

Warga juga khawatir karena bendungan yang tidak terawat, bisa menjadi potensi bahaya sebagai “bom waktu” untuk bisa jebol kapan saja.

Di balik minimnya perawatan tersebut, terdapat banyak kekayaan alam tersembunyi di area Bendungan Merowi.

Baca Juga: Telan Biaya Rp 483 M, Sungai Siak Disulap Jadi ‘Pabrik Cuan’, Ada Jembatan Termegah dan Restoran Terapung

Saat berkunjung ke sana, pengunjung dapat menikmati keanekaragaman ikan endemik, hamparan bunga teratai, dan gugusan pulau-pulau kecil yang mempesona.

Panorama alam yang indah ini menjadi lebih menarik saat berkunjung di pagi atau sore hari untuk menyaksikan matahari terbit dan terbenam.

Meskipun memiliki potensi pariwisata yang besar, sayangnya potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat dan belum mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Kendala seperti akses masuk yang buruk dan kurangnya sarana dan prasarana pendukung membuat minat warga untuk berkunjung menjadi menurun.

Warga sekitar berharap dapat bekerja sama dengan pemerintah dalam mengembangkan potensi wisata berbasis ekowisata di Bendungan Merowi.

Dengan perhatian dan kerja sama yang lebih baik, potensi pariwisata dari kedua bendungan ini dapat dimaksimalkan untuk kepentingan masyarakat sekitar dan kemajuan daerah.***

Rekomendasi