

inNalar.com – Salah satu kampung pedalaman Papua Barat yang terletak di sudut Teluk Bintuni ini semakin terang benderang.
Pasalnya Distrik Taroi kini terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan daya kapasitas 25,8 Kilo Watt Peak (kWp).
Rupanya pembangkit listrik tersebut dipasang oleh sebuah perusahaan migas yang telah menjadi produsen LNG terbesar se-Indonesia.
Perusahaan tersebut adalah operator Tangguh LNG yang belum lama ini proyeknya diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo.
Sementara serah-terima unit pembangkit listrik off-grid tersebut telah dilaksanakan jauh sebelum peresmian, yakni pada 22 Juli 2023.
Perusahaan migas sekaligus produsen LNG yang dimaksudkan di sini adalah BP Indonesia.
Berangkat dari komitmen kuat pihak perusahaan dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.
Program serah-terima PLTS bagi Distrik Taroi di Kabupaten Teluk Bintuni ini tentu sangat menggembirakan warganya.
Dengan kehadiran pembangkit listrik yang siap siaga 24 jam teralirkan ke wilayahnya, ada beberapa fasilitas umum yang bakal merasakan manfaatnya.
Di antara fasilitas umum yang dimaksud adalah SMP Pera-Pera, SD Negeri Taroi, Mushalla Al – Muttaqin, dan Masjid Babul Jannah.
Tidak hanya hadir dalam urusan bisnis eksplorasi dan produksi migas, BP Indonesia juga menebarkan semangat energi ke beberapa wilayah di sekitar proyeknya, sebagaimana dikutip dari laman perusahaannya.
Jadi selain serah terima PLTS di Kabupaten Teluk Bintuni, operator Kilang Tangguh LNG juga menerangi listrik di daerah Fakfak.
Berharap kualitas hidup masyarakat di beberapa wilayah yang ada di Papua Barat semakin meningkat seiring pula berkembangnya Proyek Tangguh LNG di sekitarnya.
Penyerahan PLTS ini diharapkan menjadi awal komunikasi yang baik antara pihak perusahaan yang menjadi operator proyek dengan pihak masyarakat.
Dalam hal ini masyarakat yang dimaksud meliputi pemerintah distrik dan kampung Taroi di Kabupaten Teluk Bintuni.
Sebagai informasi tambahan, BP Indonesia juga menjadi pemasok utama PT PLN (Persero) guna menuntaskan misi menerangi berbagai perkampungan.
Pasokan tersebut bakal meliputi Kampung Tanah Merah Baru dan Saengga, hingga Kota Bintuni. ***