Terancam Tak Selesai Sesuai Target, Tol Malang – Kepanjen Diperkirakan Molor hingga Tahun 2025 Mendatang!

 

inNalar.com – Proyek Jalan Tol Malang-Kepanjen Terancam Molor Hingga 2025

Rencana proyek pemerintah untuk pembangunan Jalan Tol Malang-Kepanjen terancam molor hingga tahun 2025.

Proyek yang merupakan merupakan lanjutan dari Jalan Tol Surabaya-Gempol-Pandaan-Malang yang sudah beroperasi dan akan difungsikan sebagai alternatif untuk mengurangi kemacetan di Malang.

Namun, beberapa faktor menyebabkan semua tak berjalan sesuai rencana.

Pertama adanya kajian ulang berkaitan dengan Andalalin yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Andalalin adalah kegiatan mengkaji dampak lalu lintas dari pembangunan pusat kegitan, permukiman dan infrastruktur.

Kajian ulang Andalalin ini dilakukan karena adanya perubahan pembiayaan yang berdampak pada target penyelesaian proyek jalan tol Malang-Kepanjen.

Kedua perubahan pembiayaan yang berdampak pada target penyelesaian.

Ketiga batalnya proyek ini dibiayai oleh BUMN. Dulunya pembiayaan diinisiasi oleh BUMN yakni PT PP (Persero), sekarang dikembalikan ke pemerintah pusat. 

Hal ini menyebabkan perubahan target penyelesaian proyek.Selain itu, anggaran pembangunan yang sebelumnya di-plot Rp 7 triliun, kini terancam membengkak

Keempat tengkulak tanah yang menyelesaikan proses akuisisi lahan. Hal ini disebabkan juga oleh tengkulak tanah yang tidak tercapainya proses pembangunan. 

Tengkulak tanah ini membeli tanah di sekitar proyek dengan harga murah, lalu menjualnya dengan harga tinggi kepada pihak pengembang.

Molornya proyek Jalan Tol Malang-Kepanjen berdampak pada kemacetan di kota Malang yang semakin parah.

Jalan Tol Malang-Kepanjen diharapkan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas di wilayah tersebut. 

Namun, dengan adanya kendala dalam pembangunan, maka kemacetan lalu lintas di wilayah tersebut semakin bertambah.

DPRD Kabupaten Malang menyatakan bahwa proyek Jalan Tol Malang-Kepanjen akan berprogres pada rentang waktu 2025-2029.

Namun, perlu dilakukan upaya-upaya untuk mengatasi kendala-kendala yang menyebabkan molornya proyek ini.***

 

Rekomendasi