

inNalar.com – Kantor Bupati termegah se-Provinsi Riau layak disandang oleh sebuah kantor bupati yang terletak di Kabupaten Rokan Hilir.
Kabarnya kantor bupati termegah se-Provinsi Riau tersebut terancam hilang dari peta karena hampir menyatu dengan lautan lepas.
Menurut sumber informasi yang dikutip dari laman web @goriau.com kantor buapti termegah se-Provinsi Riau tersebut setiap tahunya tanah di depannya berkurang hingga 2 meter.
Baca Juga: Anggarkan Rp 270 Triliun, Riau Segera Bangun Kereta Api Bawah Laut Pertama di Indonesia
Tanah kantor bupati termegah se-Riau yang setiap tahunnya berkurang hingga 2 meter tersebut diduga diakibatkan karena peristiwa abrasi.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir mengharapkan agar Pemerintah Provinsi Riau maupun pusat dapat membantu mengatasi masalah tersebut.
Jika dilisik kembali, gedung kantor Kabupaten Rokan Hilir di Provinsi Riau ternyata dibangun dengan anggaran sebanyak Rp 133 miliar.
Yang mana anggaran yang digunakan untuk pembangunan kantor bupati termegah se-Provinsi Riau tersebut kabarnya menggunakan dana APBD.
Dana APBD tersebut dialirkan dengan sistem tahun anggaran 2010 hingga 2013.
Gedung kantor bupati Rokan Hilir di Provinsi Riau memiliki bangunan yang disebut-sebut mirip dengan gedung The Capitol Amerika Serikat.
Hanya saja, terdapat sedikit perbedaan diantara kedua gedung tersebut, jika gedung kantor kabupaten termegah se-Riau dibangun meninggi, gedung The Capitol dibangun memanjang.
Bangunan kantor bupati Rokan Hilir di Provinsi Riau memiliki nuansa arsitektur Eropa.
Di bangunan tersebut keseluruhan dindingnya dicat bewarna putih dan strukturnya terdiri dari 8 lantai.
Selain ancaman mengenai hilangnya kantor bupati termegah se-Riau tersebut, Kabupaten Rokan Hilir juga mengalami keruskan infrastuktur lain.
Yang mana kerusakan infrastuktur di daerah Rokan Hilir Provinsi Riau tersebut diduga diakibatkan oleh operasional Pertamina dan abrasi di wilayah pesisir.
Diungkapkan oleh Afrizal Sintong Bupati Rokan Hilir, bahwa di daerah Rohil Provinsi Riau saat ini terdapat 372 sumur minyak yang dampaknya sangat besar terhadap infrastuktur di sana.***