Tenggelamkan Desa Seluas 198 Ha, Proyek Bendungan Senilai Rp965 M di Karanganyar Jawa Tengah Ini Molor dari Target, Progres Macet Karena…


inNalar.com –
Ada salah satu infrastruktur kelola air di Jawa Tengah yang seharusnya ditarget rampung Desember 2023, yaitu Bendungan Jlantah.

Pembangunan Bendungan Jlantah tepat berada di atas Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar.

Proyek waduk senilai Rp965 miliar ini setidaknya telah menenggelamkan Desa Tlobo dan Karangsari.

Baca Juga: Pendapatan Sewa Menara Rp5,76 Triliun, Saham Mitratel Auto Diborong Perusahaan Investasi Amerika Saat Harga Melemah

Total luas lahan dari kedua desa tersebut mencapai 198 hektare. Akhirnya, upaya ganti untung lahan pun menjadi satu-satunya penyelesaian demi muluskan proyek ini.

Perlu diketahui, pengerjaan waduk ini tidaklah instan karena prosesnya sudah dimulai sejak tahun 2019 dan diharap rampung akhir tahun lalu.

Namun apa mau dikata, proyek ini menemui kendala berarti sehingga membuat pengerjaannya molor dari target.

Baca Juga: Gelontorkan Rp45 Miliar, Bandara di Jawa Barat Justru Mangkrak Hingga Sepi Penumpang, Kondisinya Kini…

Per November 2023, progres pembangunan bendungan baru mencapai 77,5 persen.

Rupanya Waduk Jlantah ini sempat mengalami kendala teknis pada tahap penyiapan pondasi.

Alat yang digunakan untuk penyiapan pondasi bendungan itu ternyata harus menunggu dari garapan proyek dari daerah lainnya.

Baca Juga: Link Live Streaming Atletico vs Sevilla di Perempat Final Copa del Rey: Los Nervionenses Usung Misi Balas Dendam

Kabid Pelaksana Jaringan Sumber Air BBWS Bengawan Solo Naryo Widodo mengungkap sebabnya yaitu karena hanya ada satu alat tersebut di Indonesia.

Di samping itu, terdapat 230 lahan dan bangunan milik warga yang disebut belum dibayar ganti ruginya.

Sebenarnya keterlambatan pembayaran lahan bukan karena pihak warga menolak, tetapi ada masalah dalam proses administrasinya.

Baca Juga: Kesepakatan Pelepasan Sandera Sedang Diupayakan, Militer Israel Menyerbu Rumah Sakit di Khan Yunis Jalur Gaza Selatan

Namun demikian, terkait kendala yang satu ini pengerjaan bendungan tetap terus dikebut agar target rampung tahun 2024 bisa terwujud.

Respon warga pun sangat baik terhadap pembangunan Bendungan Jlantah ini, mengingat manfaatnya yang multifungsi.

Waduk di Karanganyar ini diharapkan mampu mengaliri lahan pertanian seluas 1.494 hektare sawah.

Baca Juga: Baru Diresmikan, Pabrik BioCNG Pertama di Langkat Ini Mampu Menghasilkan Biogas 300 MMBtu perHari, Bisa Gantikan LPG?

Selain itu, Aliran airnya diproyeksikan bakal mampu memasok air baku pun juga diupayakan dengan kapasitas 150 liter per detik.

Bendungan Jlantah juga mampu mereduksi banjir hingga 51,26 persen dan dapat dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,625 Mega Watt.

Mengenai detail bangunannya, waduk ini dirancang memiliki tinggi bangunan 70 meter dengan panjang puncaknya mencapai 404 meter.

Baca Juga: Rela Pinjam EDCF Korea Selatan, Proyek IPAL di Kota Batam Ditargetkan Rampung 2024, Ubah Air Limbah Jadi Pupuk hingga Air Baku?

Adapun lebar puncak dibuat melega sebesar 12 meter dengan elevasi puncak lebih dari 690 meter.

Dengan kebermanfaatan infrastruktur ini, diharapkan Waduk di Karanganyar ini mampu diselesaikan setidaknya pada semester I 2024.***

Rekomendasi