Tenggak Anggaran Rp395 Miliar, Proyek di Samarinda Kaltim Ini Gagal Jadi Flyover, Diganti dengan…

inNalar.com – Pembangunan dari suatu proyek tidak selamanya bisa berjalan dengan mulus. Sebagai contohnya saja adalah proyek yang ada di Samarinda, Kalimantan Timur ini.

Sebelumnya, proyek yang ada di Samarinda, Kalimantan Timur ini akan dibangun sebuah flyover atau jalan layang, namun, pembangunan ini gagal dikarenakan beberapa alasan.

Diketahui, proyek ini adalah jalan akses yang menghubungkan antara Jalan Sultan Alimuddin dengan Jala Kakap di Kelurahan Selili, Samarinda Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur.

Baca Juga: Habiskan Rp1,34 Triliun, Istana Negara di IKN Kalimantan Timur Akan Selesai 2024, Desainnya Mirip…

Adapun tujuan dari pembangunan proyek ini adalah untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar Gunung Manggah.

Area di sekitar Gunung Manggah ini memang sering terjadi kemacetan karena banyaknya intensitas kendaraan yang melintas.

Oleh karena itu, pada awalnya, rencanya akan dibangun sebuah flyover, namun, rencana ini gagal dan diganti dengan pembangunan sebuah terowongan.

Baca Juga: Silsilah Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur, Ternyata Berawal dari Ide Presiden Soekarno

Dilansir inNalar.com dari jdih.smarindakota.go.id, berubahnya rencana ini karena perbedaan biaya yang signifikan.

Apabila Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda membangun sebuah flyover, besaran biaya yang harus dikeluarkan adalah sekitar Rp700 miliar.

Sedangkan, biaya untuk membangun terowongan hanya membutuhkan Rp395 miliar yang bersumber dari APBD.

Baca Juga: Keruk Rp1,3 Miliar, Jembatan Pulau Balang di Kalimantan Timur Pakai Teknologi SHMS, Jadi Jalur Praktis ke IKN!

Terowongan ini nanrinya akan memiliki panjang sekitar 700 meter dan panjang struktur mencapai 400 meter.

Pembangunan darii terowongan penghubung Jalan Sultan Alimuddin dengan Jala Kakap ini sudah melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pada Januari 2023 lalu.

Estimasi pengerjaan proyek ini adalah selama 18 hingga 22 bulan dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2024 mendatang.

Adapun pengerjaan dari terowongan ini dilakukan oleh PT Pembangunan Perumahan (PP) (Persero) Tbk.

Progres pembangunan terowongan per 15 oktober 2023 ini sudah mencapai 6,410 persen dan berada di tahap pengerjaan galian dan shotcrete lereng inlet.

Pengerjaan shotcrete atau proteksi lereng sendiri bertujuan untuk mencegah terjadinya longsor.

Selain itu, pengerjaan dari proyek ini juga menyesuaikan dengan cuaca yang ada.

Saat cuaca sedang hujan, proyek dikerjakan dengan lebih lambat. Tujuannya adalah agar tidak menimbulkan lumpur yang bisa membuat jalan becek.

Dengan begitu, pembangunan terowongan di Samarinda ini tidak akan mengganggu aktivitas warga sekitar.

Progres yang terlihat lambat ini karena proses pembebasan lahan yang cukup memakan waktu.

Pada awalnya, pembebasan lahan dari proyek terowongan di Samarinda, Kalimantan Timur ini diperkirakan selesai pada April 2023.

Namun, sampai Mei 2023 pembebasan lahan masih berjalan sehingga konstruksi baru bisa dimulai pada Juni 2023.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]