

inNalar.com – Siapa sangka Indonesia ternyata masih memiliki banyak harta karun terpendam di dalam tanah.
Salah satunya yaitu kabar penemuan harta karun yang terjadi saat tengah melakukan pembangunan MRT di sekitar daerah Jakarta.
Diperkirakan penemuan harta karun di Jakarta tersebut telah ada sekitar abad ke-18 atau ke-19.
Baca Juga: Erick Thohir Puji Kontribusi Nahdlatul Ulama saat Hadiri Munas dan Konbes: NU Punya Peran Besar!
Bahkan penemuan harta karun tersebut hanya terpendam kurang lebih sekitar 27 Cm dari permukaan aspal.
Penemuan harta karun di Jakarta tersebut terjadi saat tengah dilakukannya proyek MRT fase 2A.
Proyek MRT 2A itu dilakukan di daerah sekitar Bundaran HI hingga kawasan Kota.
Baca Juga: 7 Kebiasaan Ringan dan Sederhana Ini Bisa Membuat Jantungmu Sehat dan Terhindar dari Penyakit Stroke
Adapun penemuan harta karun tersebut yaitu adalah rel kuno, yang mana berada di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat.
Bentuk rel itu sendiri yaitu seperti Rangkaian besi yang menggunakan bantalan kayu, yang dijadikan jalur transportasi di Batavia (Jakarta).
Tentu karena terlahir di antara abad-18 atau abad ke-19, harta karun yang berupa rel ini merupakan jaman peninggalan kolonial Belanda.
Dilansir inNalar.com dari kanal YouTube Around Jakarta, penemuan harta Karun di Jakarta tersebut tidak hanya rel saja.
Karena pada penggalian tanah yang dilakukan dalam membangun MRT fase kedua tersebut, ditemukan pula barang lain seperti keramik, gerabah, patung terbuat dari logam dan banyak lagi.
Diketahui jumlah keseluruhan penemuan harta karun di penggalian MRT fase kedua tersebut memiliki total 25 buah.
Dimana keseluruhan isi harta karun tersebut telah diamankan dan dipamerkan di ruang galeri visitor center.
Ruang galeri visitor center sendiri telah dibangun oleh pihak MRT Jakarta, guna menunjukan barang yang jadi cagar budaya Indonesia tersebut.
Adapun beberapa harta karun yang ditemukan tentu beragam macamnya.
Sebab ditemukan barang-barang seperti peluru, botol tembikar, fragmen keramik China, fragmen keramik Eropa, gigi hewan pemamah biak seperti kerbau dan bison.
Tidak hanya itu, karena diketemukan pula jembatan kuno serta struktur Saluran Air yang digunakan Batavia.
Diketahui jika saluran air kuno tersebut dulunya mengalirkan air bersih melalui kolam hingga menuju Kastil Batavia, di mana kini telah menjadi Area Museum Fatahilah.
Sekedar informasi, daerah ditemukannya tersebut sebenarnya dekat juga dengan pusat kota Nusantara dahulu, yaitu kota Batavia.
Jadi tentu tidak terlalu mengejutkan, jika ternyata banyak harta karun terpendam yang diduga peninggalan jaman kolonial Belanda dahulu.***