

InNalar.com – Menemukan harta karun, mungkin orang-orang pernah bermimpi untuk dapat menemukan hal seperti ini.
Nyatanya, penemuan seperti ini memang pernah terjadi pada seseorang bernama Fatimah yang berada di Aceh.
Bahkan yang ia temukan adalah emas, yang jumlahnya mencapai 30 keping.
Baca Juga: Serukan Tak Pinjam ke Rentenir, Bupati Kukar Edi Damansyah Ternyata Tak Punya Hutang Sepeserpun
Berdasarkan tayangan channel YouTube Kopi Pait, penemuan benda ini terjadi pasca tsunami Aceh.
Diceritakan kala itu Fatimah, seorang wanita berusia 45 tahun tengah mencari Tiram yang biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.
Pencarian Tiram ini biasanya ia lakukan di sekitar rawa-rawa yang berada di Gampong Pande dari jam 8 pagi hingga 12 siang.
Saat itu pun ia tengah bersama 6 orang temannya dalam mencari Tiram, namun orang pertama yang menemukan benda berharga ini adalah Fatimah.
Walau hari telah semakin terik, namun ia tetap mencari Tiram karena isi keranjangnya masih sedikit, namun disitulah ia menemukan kaleng usang yang ia angkat dari dalam air.
Saat ia mencoba membuka kaleng, tiba-tiba terdapat beberapa koin emas yang muncul hingga ada beberapa yang jatuh kembali ke dalam air.
Akan tetapi, dirinya tak menyadari hal tersebut dan menanyakan koin ini pada temannya.
Dirinya baru menyadari jika koin-koin ini adalah emas setelah temannya berseru sampai kawannya itu langsung mencari koin-koin yang jatuh ke dalam air.
Mendapat penemuan seperti ini, tentu para warga kampung yang mengetahui hal tersebut langsung berebutan masuk ke dalam rawa untuk mencari harta karun lainnya yang siapa tahu dapat mereka temukan.
Namun berbeda dengan Fatimah, justru setelah ia menemukan benda bersejarah ini, dirinya justru menjadi menyendiri dan semakin tertutup.
Padahal yang ia temukan adalah koin emas yang jumlahnya mencapai 30 koin dengan ukuran yang berbeda.
Ada yang memiliki ukuran kancing baju, dan ada pula yang ukurannya seperti uang logam Rp 1000.
Diperkirakan penemuan koin-koin emas ini berasal dari tahun 1200-1600 Masehi yang berasal dari makam-makam kuno di daerah tersebut yang berkuasa sejak abad 13 Masehi.
Diketahui Fatimah ini justru menghindar jika terdapat wartawan atau media yang ingin mengambil kisah penemuan hartanya tersebut.
Menurutnya, ia malu untuk mengumbar penemuannya pada orang lain, karena ia takut menjadi takabur.
Berangkat dari ketakutannya tersebut, dirinya hendak melakukan kenduri pada anak-anak yatim atas hasil penemuannya ini.
Hingga kala itu ada seseorang yang datang menemuinya, dan menawarkan untuk membeli koin emas tersebut dengan harga Rp 5 juta.
Pada akhirnya, 30 koin emas bertuliskan aksara Arab tersebut justru ia jual pada orang itu dengan harga yang telah disepakati, yaitu Rp 5 juta. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi