Tenang Tapi Waspada! Ustadz Abdul Somad Ungkap Cara Berserah Diri yang Benar saat Muslim Ditimpa Musibah


inNalar.com – Ustadz Abdul Somad dalam salah satu ceramahnya, membahas tentang pentingnya sikap berserah diri ketika umat muslim menghadapi musibah.

Menurut Ustadz Abdul Somad, sikap berserah diri ketika menghadapi musibah seharusnya dimiliki oleh setiap muslim.

Ustadz Abdul Somad mengawali penjelasan pentingnya sikap berserah diri saat menghadapi musibah dengan membagikan pandangannya terhadap kondisi umat muslim saat dilanda pandemi COVID-19.

Baca Juga: Viral, Warganet Tiktok Akui Kena Tipu Jastip Tiket Coldplay Hingga Rugi Rp 12 juta

Adapun Ustadz Abdul Somad berpandangan bahwa saat pandemi melanda seluruh dunia, umat muslim terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok ekstrim kanan dan kelompok ekstrim kiri.

Kelompok ekstrim kanan, menurut Ustadz Abdul Somad, adalah mereka yang bersikap sangat waspada dengan adanya virus COVID-19.

Sementara kelompok ekstrim kiri, menurutnya, adalah mereka yang skeptis atau tidak percaya dengan adanya virus tersebut.

Baca Juga: 3 Tanda Khusus Ini Kata Ustadz Abdul Somad Bisa Jadi Ujian Keikhlasan Diri, Buruan Cek dan Ketahui Hasilnya!

Maka, bagaimana seharusnya kita sebagai umat muslim ahlus sunnah wal jama’ah perlu menyikapi musibah semacam ini? Berikut penjelasan Ustadz Abdul Somad.

Ustadz Abdul Somad menjelaskan bahwa dalam Islam, kita diajarkan untuk menjadi umatan wasathon.

Ummatan wasathon adalah bentuk sikap berserah diri yang terbaik menurut Ustadz Abdul Somad.

Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia vs Palestina di FIFA Matchday, Bakal Jadi Lawan Berat Garuda?

Sikap berserah diri sebagai umatan wasathon yang dimaksud oleh Ustadz Abdul Somad ialah hendaknya saat menghadapi musibah, sikap seorang muslim berada di pertengahan antara kedua kelompok yang disebutkan di atas.

Artinya, sebaiknya sikap muslim saat menghadapi musibah semacam itu adalah tenang, tidak terlalu takut kepada musibah, dan tidak terlalu skeptis menyikapinya, kata Ustadz Abdul Somad.

Ternyata, sejak zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Rasulullah pun telah mengajarkan bagaimana seorang muslim berserah diri kepada musibah yang terjadi saat wabah melanda mereka.

Baca Juga: Cek Fakta: Eks Pemeran Utama Sinetron Ikatan Cinta Ditangkap Polisi, Amanda Manopo atau Arya Saloka?

Kemudian Ustadz Abdul Somad membagikan pesan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang bagaimana seharusnya sikap muslim berserah diri kepada Allah saat mengalami musibah pandemi.

Pertama, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajarkan bahwa ketika umat muslim mendengar kabar adanya wabah di suatu tempat, maka hindarilah tempat tersebut.

Kedua, menurut penjelasan Ustadz Abdul Somad, ketika umat muslim mendengar adanya suatu wabah yang terjadi di tempat tinggalnya, maka Rasulullah berpesan kepada para penduduknya untuk tetap tinggal dan tidak keluar dari wilayahnya.

Baca Juga: Apakah Menggunakan Serum Bulu Mata Dilarang dalam Islam? Ustadz Abdul Somad Jelaskan Hukum dan Konsekuensinya

Poin kedua inilah yang kemudian dikenal dengan istilah PSBB, kata Ustadz Abdul Somad.

Dijelaskan olehnya bahwa muslim yang meninggal dunia disebabkan karena wabah penyakit, maka dirinya termasuk golongan yang syahid.

Orang yang mati syahid itu selamat dari empat, kata Ustadz Abdul Somad.

Yaitu, “Dia (orang yang mati syahid) itu tak akan merasakan sakaratul maut, adzab kubur, hisab, dan langsung masuk surga,” kata Ustadz Abdul Somad.***

Rekomendasi