Temukan ‘Harta Karun’ Potensi Emas hingga 2 Miliar Ton, Saham Kepemilikan Perusahaan Tambang di NTB Ini Dikuasai Asing?

inNalar.com – Nusa Tenggara Barat merupakan daerah yang sangat kaya akan sumber daya alamnya khususnya pertambangannya.

Baru-baru ini beredar kabar bahwa terdapat sebuah perusahaan tambang di NTB yang menemukan potensi emas yang melimpah.

Perusahaan tambang di NTB tersebut adalah PT Sumbawa Timur Mining (STM).

Baca Juga: Guyurkan Anggaran Rp824 Miliar, Presiden Jokowi Resmikan 3 TPA di Jawa Timur, Dapat Tampung 1.050 Ton Sampah per Hari

Diketahui bahwa saham kepemilikan PT SumbawaTimur Mining dimiliki oleh Eastern Star Resources Pty. Ltd sebesar 80 persen.

20 persen saham kepemilikan PT STM dimiliki oleh PT Aneka Tambang asal Indonesia.

Dilansir inNalar.com dari sumbawatimurmining.co.id, PT STM memperkirakan potensi sumber daya tembaga emas baru.

Baca Juga: Serap Investasi 17,8 Miliar USD, Mega Proyek PLTA Ini Targetkan Bangun 5 Bendungan Pemasok Listrik Seantero Kalimantan, 2 Desa Bakal Tergusur!

Potensi sumber daya tembaga-emas tersebut berada di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Perkiraan potensi sumber daya mineral per Desember 2021 lalu memiliki total potensi sumber daya mineral Tertunjuk sebesar 1,1 miliar ton.

Ada pula total potensi sumber daya mineral Tereka sebesar 1,0 Mt.

Baca Juga: Rogoh Investasi Rp275 Triliun, PLTA Kayan di Kalimantan Utara Bakal Suplai Listrik Hijau ke IKN hingga 9.000 MW, Terbesar se-Asia Tenggara?

Potensi sumber daya mineral Onto merupakan bagian dari Proyek Hu’u milik STM.

Diketahui STM yang merupakan pemegang Kontrak Karya (KK) generasi ke-7 yang ditandatangani Pemerintah Indonesia pada 19 Februari 1998.

PT Sumbawa Timur Mining STM telah melakukan kegiatan eksplorasi di dalam kawasan KK Proyek Hu’u sejak tahun 2010.

Baca Juga: Kerahkan 329 Kapal, PT Pertamina Internasional Shipping Wira-wiri Angkut BBM dan LPG untuk Sambut Liburan Natal dan Tahun Baru

Perkiraan potensi sumber daya mineral yang diumumkan hari ini adalah hasil dari analisa 74 lubang pemboran.

Pengeboran akan terus dilanjutkan pada tahun 2022 dan seterusnya.

Hal tersebut dilakukan untuk mendukung studi lebih lanjut guna menentukan ukuran, luas dan karakteristik potensi sumber daya mineral Onto.

Baca Juga: Baru Beroperasi 85 Hari, PT Pertamina Temukan 2 Sumber Migas Baru di Jawa Barat, Dorong Target Produksi Gas 12 Miliar BSCFD per Hari

Selain itu, kegiatan tersebut juga memberikan data yang lebih lengkap untuk digunakan dalam berbagai studi teknik Proyek Hu’u.***

Rekomendasi