

InNalar.com – Wilayah Kalimanatan Barat terdapat sebuh goa yag memiliki dinding karst atau perbaikan dari batu kapur yang memiliki lubang.
Goa tersebut merupakan tempat tinggal para penduduk pada saat zaman purba, hingga goa tersebut memiliki usia ratusan tahun lamanya.
Area peninggalan zaman purba yang berada di Kalimantan Barat tersebut dulunya diyakini sebagai berada di bawah laut.
Hal tersebut disebabkan adanya penemuan dari fosil berupa cangkang kerang laut yang banyak ditemukan di dalam goa yang berada di Kalimantan Barat.
Goa tersebut memiliki nama Goa Peae yang dulunya dihuni oleh seorang Suku Dayak Bidayuh, kawasan Goa Pate ini dikelilingi oleh hutan dan juga pepohonan yang besar.
Hal tersebut tentunya dapat memberikan asupan keadaan jantung dengan menghirup udara segar, bahkan kawasan Goa Pate juga dapat ditemukan beruang madu.
Tidak hanya itu kucing hutan hingga beraneka burung juga dapat ditemukan di Goa Pate Kalimantan Barat.
Kicauan burung yang ramai membuat kawasan Goa Pate tidak terlalu sunyi, suasana yang asri dan juga adem dapat dirasakan ketika berkunjung ke sana.
Perlu diketahui untuk lokasi dari Goa Pate ini sendiri berada di perbatasan antara Indonesia dengan negeri Jiran Malaysia.
Tepatnya berada di Kampung Siding yang terletak di Kecamatan Bengkayang Kalimantan Barat, dari kota Bengkayang sendiri menuju ke Goa Pate membutuhkan waktu 2 jam perjalanan.
Setelah berkembangnya zaman jalan akses menuju ke Goa Pate di Kalimantan Barat ini dapat dilalui menggunakan transportasi roda dua dan juga roda empat.
Tentunya lokasi tersebut masih terjaga kelestariannya dan juga menyimpan riwayat misteri, bahkan Goa Pate merupakan goa keramat.
Sebelum melaksanakan acara adat Gawai Nyobeng para penduduk yang ada di sana akan meletakkan sesajen di Goa Pate, hal tersebut memiliki tujuan untuk memanggil para leluhur atau nenek moyang.
Bertujuan untuk menghadiri acara yang diselenggarakan di kampung para penduduk, dulunya para leluhur sering melakukan pindah-pindah tempat atau disebut dengan nomaden.
Hal tersebut disebabkan untuk mencari sumber mata air dan juga hewan buruan serta ikan yang melimpah dan juga adanya ancaman dari kelompok suku lain.***