Telan Rp954,6 miliar, IPAL Losari Mampu Layani 70.000 Jiwa di Makassar dengan Teknologi Canggih Bernama MBBR, Apa itu?

inNalar.com – Instalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL Losari berada di Kel. Maccini Sombala, Kec. Tamalate, Kota Makassar.

Kehadiran IPAL Losari ini mampu melayani hingga 70.000 jiwa dengan luas hingga 2,3 hektare.

Pembangunan proyeknya sendiri mencakup beberapa kecamatan. Mulai dari Ujung Pandang, Makassar, Mariso, Mamajang, hingga Talamate.

Baca Juga: Gelontorkan Rp10 Miliar untuk Lab hingga Bentuk Organisasi Khusus, RI Targetkan Pengembangan PLTN Komersial 2032, Ketuanya…

Proyek ini akan mengelola air limbah domestik dan komersil agar diperoleh air tanah dan air baku yang berkualitas.

Adapun teknologi yang dipakai dalam pengolahan ini bernama “Moving Bed Biofilm Reactor” atau MBBR.

Teknologi tersebut memanfaatkan biofilm polyethylene yang terbilang cukup efektif dalam menurunkan kandungan oksigen pengurai bakteri air.

Baca Juga: PT Supra Boga Lestari Gandeng Jobseeker Company Terapkan ‘Aplicant Tracking System’, Efisienkan Perekrutan Karyawan?

Tidak hanya itu, teknologi ini pun dapat berguna untuk melakukan proses nitrifikasi hingga menghilangkan nitrogen.

Melansir dari Antara, IPAL Losari memiliki sebanyak 14.000 sambungan terpasang dengan 8.400 sambungan diantaranya berupa sampah domestik.

Kemudian sebanyak 5.600 diantaranya merupakan sambungan sampah komersial. Adapun kapasitas pengolahan air limbahnya hingga 16.000 meter kubik per hari.

Baca Juga: Telkom Kolaborasi dengan Indosat Ooredoo Hutchison di Bidang Digitalisasi RI, Perkuat Infrastruktur Jaringan Internet hingga…

Pengelolaan IPAL Losari sendiri telah diserahkan secara sementara kepada Pemkot Makassar dan kini dikoordinir oleh PDAM Kota Makassar.

Nantinya PDAM juga akan memberlakukan tarif langganan IPAL Losari.

Adapun pembayaran ini nantinya akan dipertimbangkan sesuai dengan kemampuan masyarakat. Khususnya mereka yang memiliki ekonomi menengah ke bawah.

PDAM kota ini sendiri juga telah siap dalam mengoperasikan pengelolaan air limbah tersebut. Mulai dari teknis maupun sumber daya manusianya.

Hanya saja, pengelolaan air tersebut masih diperuntukkan sebagai pemenuhan kebutuhan sekunder.

Baca Juga: Drakor ‘Marry My Husband’ Terus Memimpin Peringkat dalam Drama dan Aktor Paling Menarik untuk Minggu ke-4

Salah satunya seperti menyiram tanaman. Hal ini artinya hasil air tersebut tidak dapat dikonsumsi.

Akan tetapi pelan-pelan tentunya bisa dikelola agar layak untuk dikonsumsi.

Sedangkan pengelolaan air limbah konvensionalnya ditangani oleh BLUD IPAL Dinas PU Kota Makassar.

Baca Juga: Wujudkan Keamanan Laut RI, Badan Keamanan Laut Gandeng Amerika Serikat Dirikan Gedung Pusat Pelatihan Maritim di Kepulauan Riau

IPAL Losari nantinya bisa menjadi salah satu solusi dalam memenuhi kebutuhan suplai air tambahan di musim kemarau.

Pengerjaan proyek ini sendiri menelan anggaran hingga Rp954,6 miliar dengan pembangunan sejak November 2020 lalu.***

Rekomendasi