

inNalar.com – Pemerintah membangun Kantilever untuk wilayah Berastagi – Sumatera Utara yang memiliki tikungan yang tajam.
Pemerintah, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga telah tuntaskan jalan tersebut.
Pembangunan tersebut dilakukan pada Kantilever guna pelebaran jalan serta tikungan di ruas Medan – Berastagi Sumatera Utara.
Pengerjaan proyek tersebut dilakukan dengan pembangunan pada 12 titik yang dimulai dari tikungan Sembahe.
Dari tikungan tersebut, proyek dilanjutkan hingga menuju ke perbatasan dari Kabupaten Karo menuju Berastagi.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Brawijaya, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara mengenai pembangunan Kantilever serta pelebaran jalan ruas Medan – Berastagi.
Informasi tersebut diperoleh melalui website resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Pembangunan Kantilever serta pelebaran jalan di Sumatera Utara ditujukan untuk mengurai kemacetan pada ruas tersebut.
Untuk mengerjakan proyek tersebut dengan panjang 2,47 kilometer pada ruas Medan – Berastagi diperlukan APBN tahun 2021-2022.
Nilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang digunakan dalam pengerjaannya adalah senilai Rp 61,8 miliar.
Pengerjaan pembangunan tersebut dimulai sejak bulan Juli tahun 2021 dan selesai bulan Agustus tahun 2022.
Pengerjaan proyek tikungan di Sumatera Utara itu dilakukan oleh PT. Sabaritha Perkasa Abadi dalam waktu 482 hari kalender.
Pengerjaan proyek yang pembangunan Kantilever dan pelebaran tikungan jalan memperoleh apresiasi oleh Muhammad Iqbal selaku Wakil Ketua Tim Kunker Komisi V DPR RI.
Apresiasi tersebut disampaikan kepada Kementerian PUPR yang telah menuntaskan Pelebaran Jalan pada ruas Medan – Berastagi.
Ruas jalan Medan – Berastagi merupakan salah satu ruas yang bentuknya melingkar dengan kelokan yang cukup tajam.
Sehingga tidak heran, ruas ini menjadi jalan yang rawan akan kecelakaan, tanah longsor, hingga kemacetan lalu lintas di Sumatera Utara.
Jalan tersebut merupakan jalan nasional yang menghubungkan Medan dengan 11 wilayah Kabupaten di Sumatera Utara dan Aceh.
Rawannya jalan tersebut sudah terasa saat melintasi Jembatan Sembahe yang terletak di Kecamatan Sibolangit.
Selain itu, pada ruas tersebut hampir di sepanjang jalan itu merupakan tanjakan dengan tikungan yang tajam hingga sampai ke Berastagi, Kabupaten Karo.
Jalan ruas Medan – Berastagi kerap macet hingga banyak kendaraan yang beriringan sampai pada tikungan PDAM Tirtanadi.
Tikungan yang tajam tersebut, hingga ada yang mencapai keterkaitan hingga 360 derajat tak jarang beberapa kendaraan mengalami kecelakaan.
Kemacetan yang terjadi pada jalur tersebut hampir terjadi di setiap harinya hingga tingkat kecelakaan menjadi tinggi di ruas jalan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan oleh Brawijaya saat melakukan kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI di Medan pada bulan Desember 2022 lalu.
Tidak jarang truk-truk yang melintas tikungan di Sumatera Utara tersebut hampir menabrak pembatas jalan.
Jika terjadi kecelakaan, maka kemacetan di ruas tersebut semakin parah, jarak yang biasanya ditempuh dalam waktu dua jam bisa memakan waktu hingga 6 jam.
Namun, kecelakaan sudah jarang terjadi semenjak adanya pelebaran jalan yang dilakukan oleh pemerintah.
Truk -truk panjang yang biasanya harus mundur satu kali saat melintas, kini bisa melaju normal tanpa harus mundur terlebih dahulu.
Semoga saja dengan adanya pembangunan Kantilever dan pelebaran jalan pada ruas Medan – Berastagi dapat mengurai kemacetan dan mengurangi tingkat kecelakaan di Sumatera Utara.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi