Telan Rp5,8 Triliun, Bandara Terbesar di Sumatera Utara Ini Dibangun karena Terjadinya Kecelakaan Pesawat, Luasnya…

inNalar.com – Diklaim menjadi bandara terbesar ke-3 di Indonesia, itulah Kualanamu.

Bandara Kualanamu terletak di desa Pasar Enam Kuala Namu, kecamatan Beringin, kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Selama pembangunan dilakukan, pembangunan infrastruktur pesawat ini dulunya sampai harus mengubah area perkebunan PT Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa.

Baca Juga: Pantas Biayanya Rp1,2 Triliun, Terminal LPG di Kupang NTT Ini Digarap Pertamina Dengan Tangki Berkapasitas Jumbo Hingga 1000 Metrik Ton

Selain itu, ternyata infrastruktur penerbangan ini juga difungsikan untuk menggantikan Bandara Polonia.

Adapun salah satu faktor yang membuat Polonia harus diganti adalah karena bandar udara tersebut kapasitasnya tidak mumpuni.

Ditambah, terminal pesawat Polonia sendiri usianya sudah 85 tahun beroperasi, sehingga memang sudah tidak mumpuni.

Baca Juga: Kucurkan Rp400 Miliar, Sultan Tambang NTB Ini Bangun Bandara Baru untuk Mendorong Sektor Pariwisata, Luasnya Capai…

Karena itulah dulu pemerintah menggagas untuk memindahkan tempat pesawat mendarat, yang awalnya di Polonia jadi ke Kualanamu untuk melayani penerbangan warga Medan.

Namun ternyata untuk merealisasikan hal tersebut, masyarakat di Sumatera Utara harus menunggu selama 21 tahun lamanya.

Sebab, gagasan untuk memindah itu sendiri sudah ada sejak 1992 sebelum akhirnya akhirnya beroperasi di Kualanamu pada 2013.

Baca Juga: Usung Tema ‘Kuat & Hebat’ di Usia 128 Tahun, Ini 10 Pencapaian Fantastis BRI!

Bahkan saat tahun 2013 telah beroperasi, sebenarnya tempat pesawat mendarat ini pembangunannya juga belum selesai sepenuhnya.

Dilansir inNalar.com dari angkasapura2.co.id, sejak digagas tahun 1992 pembangunan sejatinya sudah akan dieksekusi pada tahun 1997.

Walaupun hal tersebut harus diurungkan kembali, dengan datangnya serangan krisis moneter yang terjadi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Baca Juga: HUT ke-128 BRI, Nasabah Bisa Nikmati Promo Meriah di Berbagai Merchant

Setelah beberapa tahun kemudian tak ada kabar kelanjutan pembangunan tempat pesawat mendarat itu dilanjutkan, akhirnya terdapat seruan kembali agar pembangunannya segera dilakukan.

Pasalnya, saat itu terjadi kecelakaan pesawat Mandala Airlines pada tanggal 5 September 2005 yang menewaskan Gubernur Sumatera Utara.

Tidak hanya itu, terdapat pula beberapa warga yang ikut meninggal karena letak tempat pesawat mendarat itu terlalu dekat dengan pemukiman warga.

Baca Juga: 3 Tahun Rusak, Jembatan Penghubung Daerah Terisolir di Gunung Pati Semarang Akhirnya Diperbaiki Pemkot, Anggarannya Capai Rp11,5 Miliar

Akhirnya setelah menunggu sejak tahun 1992, Bandara Kualanamu yang luasnya mencapai 1.365 hektar yang diclaim jadi terbesar ke-3 di Indonesia secara resmi dibuka penuh pada 2014,

Luas dari infrastruktur pesawat ini memang masih di bawah Soekarno-Hata dan Kertajati.

Menjadi yang terbesar ke-3, biaya yang diserap dalam membangun infrastruktur pesawat ini saja mencapai 5,8 triliun***

Rekomendasi