

inNalar.com – Sebuah proyek di Papua terindikasi adnaya keculasan yang dilakukan untuk meraih keuntungan sebanyak-banyaknya.
Proyek fiktif di Papua digunakan untuk mendapatkan anggaran negara secara instan dengan cara mengelabui dan menggunakan proyek pembangunan abal-abal.
Tentunya proyek pembangunan fiktif yang dilakukan di Papua hanya menginginkan keuntungan semata dan mendapatkan uang secara instan.
Baca Juga: NASA Rencanakan Bangun Rumah Pertama Kali di Bulan Tahun 2040, Bakal Gunakan Debu dan Serpihan Batu?
Bahkan proyek fiktif yang tidak pernah terjadi tersebut hingga meminjam perusahaan untuk melancarkan aksi jahatnya seorang Sekretaris DPRD Papua.
Namun nyatanya aksi oknum yang melakukan penyalahgunaan anggaran telah terendus sehingga harus bertanggung jawab atas perilaku yang dilakukannya.
Adapun beberapa item yang yang seharusnya dikerjakan menggunakan anggaran yang telah disediakan.
Dana yang telah dikucurkan mencapai angka miliaran yang difungsikan untuk pemeliharaan pada sekretariat dan juga belanja kebutuhan barang-barang pembersih.
Tidak hanya itu anggaran yang telah digelontorkan tersebut juga seharusnya digunakan untuk konsumsi pimpinan dan juga para tamu yang datang.
Keseluruhan Anggaran yang telah telah dicairkan oleh oknum sebesar Rp 2,2 miliar yang digunakan untuk kepentingan pribadi.
Bahkan Adanya dugaan mengenai pemecahan proyek pembangunan yang berada di Papua, hal tersebut untuk menghindari adanya pelelangan.
Sehingga anggaran yang telah disediakan oleh pemerintah dapat dinikmati secara langsung oleh oknum untuk memenuhi kebutuhan pribadi.
Selain itu juga terdapat pemecahan paket yang berjumlah 7 proyek yang tidak menggunakan proses lelang dan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Tentunya dari adanya hal tersebut oknum yang terlibat dalam penyalahgunaan anggaran meraup keuntungan yang banyak, mengingat anggaran yang digunakan mencapai miliar dan tidak kecil.
Anggarannya sudah dicairkan tetapi pelaksanaan pengerjaannya tidak pernah dilakukan sama sekali, tentunya hal tersebut membuat bentuk keuangan negara.
Total anggaran yang digunakan untuk rancangan sebuah proyek di Papua tersebut nominalnya sebesar Rp4,3 miliar.
Dilansir dari antaranews biaya anggaran yang digunakan untuk melakukan aktivitas proyek yang berada di Papua tersebut bersumber dari APBD tahun anggaran 2021.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi