Telan Rp40 Triliun, Mega Proyek di Jawa Barat ini Fasilitasnya Lebih Modern Mengungguli Pelabuhan Tanjung Priok

inNalar.com – Pelabuhan yang direncanakan akan selesai pada tahun 2029 mendatang ini menjadi salah satu mega proyek di Indonesia yang membutuhkan dana fantastis.

Dibangun pada tahun 2018, pelabuhan ini kini sudah bisa beroperasi sejak 2021 lalu.

Pelabuhan ini terletak Desa Patimban, Pusakanagara, Subang, Jawa Barat dengan luas 654 Hektare.

Baca Juga: 16 KM dari Ibu Kota Singapura, Inilah Desa Terakhir yang Masih Bertahan di Tengah Gemerlapnya Kehidupan Modern

Pelabuhan Patimban dibangun untuk menyeimbangkan arus logistik antara wilayah Barat, Tengah, dan Timur Indonesia.

Lebih lanjut, pelabuhan ini resmi dikelola oleh swasta murni yakni PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI).

Proses pembangunannya bekerja sama dengan JICA Jepang yang dikenal dengan inovasi dalam membuat berbagai produk dan layanan.

Baca Juga: BRI Perkuat Keamanan Digital dan Edukasi Nasabah untuk Lawan Cybercrime

Diketahui, pelabuhan yang berlokasi di wilayah Subang ini di masa yang akan depan mungkin bisa mengungguli Pelabuhan Tanjung Priok.

Melalui proses pembangunannya yang masih berlangsung hingga tahun 2029, membuat pelabuhan ini dilengkapi dengan fasilitas yang lebih modern dari pelabuhan lainnya.

Dengan adanya pelabuhan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan daya saing logistik nasional serta mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 yang diusung oleh Presiden Joko Widodo.

Baca Juga: Diketok 21 November, UMP Yogyakarta 2025 Diprediksi Naik 10 Persen: Cek Besarannya di Sini

Selain itu, akan menjadi bagian dari rantai pasok global yang sama besarnya dengan Pelabuhan Tanjung Priok.

Beberapa cara yang dilakukan ialah dengan melakukan pembangun akses jalan, peningkatan kapasitas terminal serta membangun ekosistem di sekitar kawasan pelabuhan.

Upaya tersebut mengajak para pelaku usaha untuk memanfaatkan insfratruktur itu sebagai pusat kegiatan logistik.

Mereka juga dapat terlibat dalam pengembangann ekosistemnya.

Kemudian, pemerintah terus menyelesaikan pengembagan Pelabuhan Patimban fase 1 seperti membangun terminal peti kemas yang memiliki kapasitas 250.000 TEUs dan terminal kendaraan berkapasitas 218.000 CBU.

Tahap pembangunan fase 2 yang akan di fokuskan untuk meningkatkan kapasitas terminal kendaraan menjadi 600.000 CBU dan terminal peti kemas mencapai 3,75 juta TEUs.

Pelabuhan ini akan menjadi tempat dermaga utama yang tujuannya dapat mengurangi biaya logistik, memperlancar arus barang, dan mengurangi beban kendaraan barang di jalan raya yang sering kali menimbulkan kemacetan.

Dalam waktu dekat pelabuhan ini akan terhubung dengan jalan tol dan diharapkan dapat meningkatkan potensi pembangunan kawasan industri di wilayah Jawa.

Area tersebut berada di sepanjang koridor utara Jawa, seperti Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.

Sehingga kawasan tersebut dapat menjadi wilayah logistik yang sangat besar.

Hal itu akan berdampak pada perputaran ekonomi di Indonesia khususnya masyarakat di wilayah tersebut.***(Ummi Hasanah)

Rekomendasi