

inNalar.com – Pembangunan dari sebuah pelabuhan di Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur ini cukup menarik perhatian.
Pasalnya, proyek pelabuhan ini tidak hanya mendapat suntikan dana dari pemerintah saja, namun, juga dari salah satu perusahaan tambang tebesar di Indonesia.
Adapun pembangunan dari pelabuhan yang ada di Sangatta Utara, Kutai Timur, Kalimantan Timur ini sudah dimulai sejak tahun 2012 silam.
Akan tetapi, pembangunan dari proyek yang bernama Pelabuhan Kenyamukan ini masih belum selesai hingga tahun 2023 ini.
Pelabuhan Kenyamukan di Sangatta Utara, Kutai Timur, Kalimantan Timur ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2024 depan.
Selain itu, proyek ini saat ini memiliki status sebagai proyek strategis nasional (PSN) sejak ditetapkan oleh Presiden Jokowi pada tahun 2017 lalu.
Meskipun terhitung lambat, pengerjaan dari proyek ini masih terus dilanjutkan sampai sekarang.
Anggarannya pun juga terus ada guna menyelesaikan pembangunan yang akan memberi dampak baik bagi masyarakat Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Adapun tambahan anggaran untuk pembangunan infrastruktur ini adalah senilai Rp210 miliar yang merupakan gabungan dari tiga sumber.
Ketiga sumber tersebut antara lain APBN sekitar Rp 70 miliar, APBD Kutai Timur sebesar Rp 120 miliar, dan PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebesar Rp 20 miliar.
Keterlibatan dari raksasa tambang batu bara Indonesia dalam proyek ini adalah sebagai badan usaha swasta yang dipercaya untuk membangun akses jalan menuju Pelabuhan Kenyamukan.
Dilansir inNalar.com dari pro.kutaitimurkab.go.id, akses jalan mulai dibangun pada Januari 2023 dengan groundbreaking atau peletakan batu pertama dilakukan tanggal 1 Januari 2023.
PT Kaltim Prima Coal (KPC) bertanggung jawab untuk membangun jalan pendekat seksi 2 sepanjangg 650 meter dengan lebar 25 meter.
Adapun jalan akses seksi 1 merupakan pekerjaan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
Akan tetapi, akses jalan menuju ke Pelabuhan Kenyamukan di Sangatta Utara, Kutai Timur, Kalimantan Timur ini justru menemui masalah.
Pada bulan Juli 2023 lalu, proyek ini sempat tersendat akibat adanya masalah pembebasan lahan.
Sebelumnya, pembangunan jalan akses menuju Pelabuhan Kenyamukan di Kutai Timur, Kalimantan Timur ini diperkirakan akan selesai akhir tahun 2023.
Nantinya, setelah proyek pembangunan Pelabuhan Kenyamukan selesai, infrastruktur ini akan mempermudah pendistribusian barang pokok dari Sulawesi dan Jawa.
Selain itu, dengan mudahnya akses distribusi, harga dari barang pokok pun juga akan ikut turun dan bisa menjadi lebih murah.***