Telan Rp1,9 Triliun, Bendungan di Minahasa Utara yang Baru Diresmikan Jokowi Tahun Ini Langsung Buktikan Keampuhannya

inNalar.com – Salah satu bendungan yang berhasil diresmikan Presiden Jokowi pada tahun tahun 2023 ini adalah Bendungan Kuwil Kawangkoan yang ada di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Bendungan Kuwil Kawangkoan yang ada di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara ini dibangun sejak tahun 2016 dan baru diresmikan pada 19 Januari 2023 lalu.

Dilansir dari djkn.kemenkeu.go.id, bendung air ini memiliki luas total 284,79 hektare yang terdiri dari luas genangan 157 hektare, luas bangunan dan tempat wisata 7,3 hektare, dan luas area hijau 120,49 hektare.

Baca Juga: Rela Gelontorkan Rp392,5 Miliar, Proyek Pelebaran Alur Tano Ponggol di Sumatera Utara Ini Mudahkan Wisatawan Keliling Pulau Samosir

Dengan ukuran yang begitu besar tersebut, pembendung air ini memiliki daya tampung sebesar 26 juta meter kubik yang sumber airnya berasal dari Sungai Tondano.

Bendung air yang dibangun dengan dana Rp1,9 triliun ini mampu memberikan berbagai manfaat kepada masyarakat.

Sebagai contohnya saja adalah sebagai pengendali banjir, penyedia air baku, pembangkit listrik, pariwisata, dan juga menyediakan air untuk irigaasi pertanian.

Baca Juga: Tarik Dana Investasi hingga Rp129 Triliun, Kawasan Ekonomi Khusus di Sumatera Utara Ini Diramalkan Mampu Serap 83 Ribu Tenaga Kerja

Potensi pembangkit listrik yang dapat dimanfaatkan dari Bendungan Kuwil Kawangkoan ini adalah PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro) sebesar 1,2 megawatt (MW).

Sedangkan untuk pereduksian banjir, bendung air ini mambu mengurangi intensitas banjir sebesar 25% atau 146,6 meter kubik per detik di Kota Manado atau daerah yang terkoneksi dengan Sungai dan Danau Tondano.

Namun, dari seluruh fungsi dan manfaat yang bendung air ini suguhkan, fungsi utamanya adalah untuk mereduksi banjir.

Baca Juga: Diekplorasi Selama 11 Tahun, Begini Nasib 15 Desa yang Ada di Dekat Operasi Tambang Emas Martabe Sumatera Utara, Masih Layak Hunikah?

Hal ini juga yang menjadi alasan utama kenapa Bendungan Kuwil Kawangkoan di Minahasa Utara, Sulawesi Utara dibangun.

Sebelumnya, pada tahun 2014, banjir bandang menerjang Kota Manado, Sulawesi Utara yang menggenangi delapan kecamatan dan 36 kelurahan dengan luas 2.000 hektare.

Pada kejadian ini, ketinggian air mencapai tiga sampai empat meter, melebihi atap rumah. Bencana ini menewaskan sedikitnya 18 korban.

Baca Juga: Asyik! Dapat Kucuran Cuan Rp56 Miliar, 3 Ruas Jalan Pelosok di Aceh Jaya Ini Dibangun Berkat Titah Presiden Jokowi, Mana Saja?

Dua tahun kemudian, proyek bendung air ini mulai dikerjakan dengan tujuan agar kejadian yang sama tidak berulang kembali.

Keberhasilan dari pembangunan proyek ini bahkan berhasil dibuktikan beberapa waktu setelah peresmiannya, yakni pada akhir Januari 2023.

Hujan ekstrem kembali menerjang sebagian wilayah Sulawesi Utara, salah satunya adalah Kota Manado yang hujannya sudah berlangsung sejak 27 Januari 2023.

Baca Juga: Megaproyek Macet Rp1,38 T, Pembangunan Bendungan di Deli Serdang Sumatera Utara Ini Terapkan Operasi 24 Jam Non Stop Demi Kejar Target Selesai Pada…

Curah hujan ekstres tersebut menyebabkan Sungai Mahawu, Sungai Bailang, dan Sungai Tikala meluap dan airnya pun menggenangi rumah-rumah warga.

Peristiwa ini membuat empat kecamatan (19 keluarahan) terendam banjir.

Banyaknya daerah yang terendam banjir ini lebih sedikit dibandingkan pada saat Bendungan Kuwil Kawangkoan belum dibangun.

Baca Juga: Habiskan Dana hingga Rp26 Triliun, Megaproyek Kawasan Wisata di Toba Ini Dapat 2 Investor Tambahan, Siapa Saja?

Sebagai informasi, curah hujan yang melanda wilayah ini pada tahun 2023 adalah sebesar 300 mm. Sedangkan, pada tahun 2014 adalah sebesar 160 mm.

Penuruan jumlah daerah yang tergenang banjir ini terjadi karena luapan air dari Sungai Tondano telah menurun secara signifikan setelah adanya bendung air Kuwil Kawangkoan.***

 

Rekomendasi