

inNalar.com – Nusa Tenggara Barat (NTB) ternyata memiliki proyek infrastruktur yang saat ini masih molor pengerjaannya.
Proyek tersebut adalah pembangunan Bendungan Meninting yang masuk juga ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Bendungan ini terletak di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Lingsar, kabupaten Lombok Barat.
Sebenarnya, pengerjaan infrastruktur penampung ini telah dimulai sejak tahun 2018 lalu.
Jika sesuai target, maka pembangunan infrastruktur penampungan air ini akan rampung pada tahun 2023.
Akan tetapi selama proyek ini berjalan di 3 tahun pertama, pengerjaannya seolah tidak ada progres.
Hal itu karena masalah pembebasan lahan yang diperlukan agar infrastruktur ini dapat terbangun dengan lancar.
Karena itulah pengerjaan proyek ini sampai molor, sehingga target pembangunan infrastruktur di Nusa Tenggara Barat ditargetkan rampung pada tahun 2024.
Jika sesuai rencana, maka nanti pada bulan April 2024 akan dilakukan pengisian awal (impounding) dan pada bulan Juni peresmiannya akan dilakukan.
Diketahui pada Desember 2023 kemarin, infrastruktur penampungan air ini progresnya telah mencapai 65%.
Menariknya, bendungan yang ada di NTB ini juga akan dilengkapi dengan track sepeda berstandar Internasional.
Dilansir inNalar.com dari diskominfotik.ntbprov.go.id, jalur sepeda ini rencananya pun cukup panjang.
Sebab jaraknya diperkirakan akan mencapai 60 km, menembus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok Tengah.
Baca Juga: Real Madrid Nangis Darah, Lautaro Martinez Bakal Segera Perpanjangan Kontrak dengan Inter Milan
Dengan adanya infrastruktur ini, diharapkan nantinya Indonesia dapat menjadi tuan rumah bagi acara sepeda Internasional
Jika sesuai rencana, nantinya akan terdapat saluran irigasi yang membelah Pulau Lombok.
Di jalur irigasi tersebutlah track sepeda sejauh 60 Km akan dibangun.
Bahkan nantinya bendungan ini juga akan dibangun museum.
Diketahui, Bendungan Meninting memiliki tinggi mencapai 74 meter.
Waduk ini memiliki kapasitas daya tampung mencapai 12,18 juta meter kubik.
Selain itu tempat penampungan air ini juga dapat mereduksi banjir sebesar 36 meter kubik.
Baca Juga: Digugat Rp34,9 Miliar, Perusahaan Tambang Emas di Kalimantara Utara Ini Dibayangi Pailit
Terdapat pula fungsi untuk memnuhi kebutuhan air baku sebesar 150 liter per detik.
Maka tak heran jika bendungan di kabupaten Lombok Barat ini sampai menghabiskan Rp1.410 miliar atau Rp1,4 triliun.***