

inNalar.com – Pembangunan tower termahal di Bali rupanya digadang mengalahkan kemegahan menara-menara terkenal lain di dunia.
Menara yang berada di Desa Adat Amerta Sari, Buleleng, Bali tersebut merupakan proyek dari perusahaan PT Hutama Karya.
Dikatakan, tower ini akan menjadi ikon wisata Bali yang dibangun mulai 23 Juli 2022 dan direncanakan rampung pada tahun 2023.
Dilansir inNalar.com dari laman resmi Hutama Karya, tower ini merupakan menara bertaraf internasional yang bernama Turyapada Tower.
Tower Turyapada dikatakan menjadi proyek menara termahal sekaligus tertinggi di Bali dengan tinggi 115 meter yang menghabiskan biaya Rp334,5 miliar.
Dikatakan, nama ‘Turyapada’ diambil dari lambang hubungan antara Akasa-Pertiwi dan Purusa-Pradana yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Terbengkalai, Gedung Mewah Senilai Rp 72,4 M di Kalimantan Utara Ini Malah Dijadikan Jarahan Warga
Rencananya, menara tersebut akan digunakan menjadi tower serbaguna di mana di puncak akan dijadikan pendukung sinyal televisi dan akses internet Buleleng.
Sedangkan, badan tower memiliki fungsi sebagai wisata edukasi yang terdiri dari fasilitas planetarium, skywalk, restoran putar 360 derajat, hingga jembatan kaca.
Tower Turyapada akan menjadi menara ikonik pertama Indonesia yang menyaingi beberapa menara lain di dunia, seperti Menara Eiffel atau Menara Tokyo.
Rancangannya akan menganut desain ramah lingkungan dan juga memiliki ketahanan terhadap gempa.
Penggarapan akan dilakukan kurang lebih 450 hari kalender dengan mengoptimalisasi SDM dan juga metode kerja.
Proses pembangunan dilakukan secara bertahap, mulai dari struktur bangunan, pondasi, menara pemancar, arsitektur, penanaman pohon, hingga hardscape.
Baca Juga: Viral! Bikin Warganet Terharu, Beredar Video Seorang Kakak Membuatkan Susu untuk 2 Adiknya di KRL
Luasnya sendiri berkisar 13.767 meter persegi dengan lokasi berada di 1.521 meter dari atas permukaan laut.
Diketahui, hal yang membuat Tower Turyapada setinggi 115 meter berbeda dengan menara lainnya adalah berlokasi di atas perbukitan.
Dengan tingkat kesulitan pembangunan yang tinggi, menara besutan Hutama Karya ini ditargetkan dapat rampung lebih cepat.
Diharapkan, pembangunan Tower Turyapada sebagai menara ikonik pertama di Bali sekaligus Indonesia ini dapat menumbuhkan pertumbuhan ekonomi setempat.***