

inNalar.com – Proyek jalan bebas hambatan penghubung Probolinggo-Banyuwangi (tol Probowangi) sudah mencapai tahap 1 ditarget selesai akhir tahun 2025.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai pembangunan tol Probowangi pada Senin (6/2/2023).
Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh eks Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono di Kelurahan Pendil, Kecamatan Suko, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Baca Juga: Berani Hadapi Aturan Pusat, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan Ternyata Punya Harta Rp33 Miliar!
Basuki mengatakan bahwa proyek ini merupakan bagian akhir Tol Trans Jawa yang tersambung dari Banten. Jalan tol Probowangi akan memiliki panjang 175,40 km dengan nilai investasi Rp10,7 triliun.
“Semua itu tergantung sejak awal perencanaan. Untuk itu saya minta para konsultan untuk tidak main-main dengan mutu hasil pekerjaan,” kata eks Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dikutip inNalar.com, Kamis (31/7/2025).
Terbaru, pembangunan jalan tol Probolinggo-Banyuwangi sudah memasuki progres 79 persen untuk paket 3.
Baca Juga: Bupati Bangli Nyoman Sedana Arta Catat Kekayaan Rp 39,6 Miliar, Layak Disebut Bupati Terkaya Di Bali
BUMN konstruksi PT PP (Persero) Tbk, selaku penanggung jawab ruas Paiton-Besuki menyatakan pihaknya siap menyelesaikan sesuai target.
Sebagai informasi, jalan tol Probowangi terbagi menjadi tujuh seksi yang membentang dari Gending, Probolinggo hingga Ketapang, Banyuwangi.
Seksi 1 dengan ruas Gending-Kraksaan memiliki panjang 12,88 km dan tuntas lebih dahulu. Pada Februari 2025, progres konstruksi sudah mencapai 73,53%.
Baca Juga: Miliki Harta 29,1 Miliar dan Wuling Air EV, Robby Hernawan Dijuluki Wali Kota Terkaya se-Jawa Tengah
Tercatat hanya dalam empat bulan seksi 1 tol Probowangi selesai serta sempat difungsikan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta mudik Lebaran 2025.
Sedangkan seksi 2 ruas Kraksan-Paiton memiliki panjang 11,20 km, progresnya sudah mencapai 99 persen per Juni 2025.
Bahkan ruas Gending–Paiton (23,13 km) telah dibuka untuk umum secara gratis. Memasuki seksi 3 ruas Paiton-Besuki, Corporate Secretary PT PP, Joko Raharjo proyek tengah menghadapi tantangan serius.
Pasalnya, trase jalan bersinggungan langsung dengan jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Jawa-Bali.
Relokasi beberapa tower transmisi listrik melalui koordinasi lintas sektor pun akhirnya dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut
Joko juga menjelaskan, tol Probowangi paket 3 diperkirakan memakan Rp 4,07 triliun. Hal ini diharapkan bisa segera membuka kran baru ekonomi Jawa Timur.
Adapun seksi 4 hingga 7 (Besuki-Situbondo-Ketapang) tengah merampungkan proses pembebasan lahan dengan progres di atas 90 persen.
Meskipun konstruksi fisiknya belum dimulai, pembangunannya dijadwalkan setelah tahap 1 selesai.
Hal yang paling menarik dari tol Probowangi adalah teknologi konstruksi yang digunakan.
Diketahui, PT PP menggunakan sistem Modular Bekisting Barrier Modified, yang bisa menghemat biaya dan bisa digunakan berulang.
Modular Bekisting Barrier Modified adalah metode terbaru pembangunan barrier (pembatas jalan) yang lebih efisien, cepat dan presisi tinggi, dikutip dari unwir.ac.id.
Sistem ini merupakan penyempurnaan dari metode bekisting konvensional, dengan desain modular dan fitur modifikasi yang mendukung konstruksi di lapangan.
Selain itu, proyek tol Probowangi mencetak sejarah baru sebagai pelopor penggunaan material timbunan Batu Gunung pada konstruksi badan jalan tol.
Batuan gunung sendiri diketahui lebih tahan terhadap penurunan tanah (settlement), serta lebih kokoh dalam menghadapi tekanan lalu lintas berat.
Umumnya, proyek-proyek tol di Indonesia, menggunakan material timbunan seperti pasir-batu (sirtu) hingga tanah urug biasa.
Material sirtu cs, memiliki kelemahan dari sisi kestabilan jangka panjang sehingga berpotensi menimbulkan risiko bagi penggunanya.
Penggunaan batu gunung sebagai material timbunan utama tol Probowangi ini dinilai sebagai wujud nyata standar mutu dan keselamatan kerja yang tinggi.
Atas hal itu, proyek jalan tol Probolinggo-Banyuwangi berhasil meraih QHSE Award 2025, sebuah pengakuan atas penerapan prinsip Quality, Health, Safety and Environment dalam pelaksanaan konstruksi.
“PTPP membuktikan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun Indonesia maju dimulai dari konektivitas yang nyata, dari ujung barat hingga timur negeri,” pungkas Corporate Secretary PT PP, Joko Raharjo.
Dengan adanya jalan tol penghubung Probolinggo-Banyuwangi diharapkan bisa meningkatkan efisiensi logistik dan konektivitas nasional, khususnya di pulau Jawa.