

inNalar.com – Proyek pembangunan suatu wilayah secara besar-besaran ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia.
Di negara tetangga Indonesia ternyata juga ada sebuah proyek besar yang bahkan nilai investasinya mencapai USD $ 100 miliar.
Namun, tentunya tidak semua proyek besar bisa berjalan lancar hingga hari pembangunannya selesai.
Baca Juga: Keren! Stanford University Berminat untuk Membangun Sekolah Berkelanjutan di IKN Nusantara
Sayangnya, megaproyek dari negara tetangga Indonesia juga mengalami hal serupa, bahkan terancam mangkrak.
Megaproyek ini adalah Forest City di Malaysia, megaproyek gabungan antara Country Garden Group dan Pemerintah Malaysia.
Pembangunan megaproyek Forest City ini berada di Johor Bahru, Malaysia atau di sebelah utara Singapura.
Forest City berdiri di atas lahan seluas 1.740 hektar dan pembangunannya sudah dimulai sejak tahun 2015.
Megaproyek ini terdiri dari empat pulau buatan dengan luas kira-kira 30 km persegi dengan konsep a smart and green futuristic city.
Sayangnya, megaproyek yang digadang-gadang akan menjadi surga malah menjadi kota hantu seperti megaproyek Meikarta di Indonesia.
Gedung-gedung pencakar langit yang sudah dibangun di Forest City terlihat lengang dan kosong tanpa penghuni.
Dilansir inNalar.com dari insider.com, sekitar 700.000 orang akan tinggal di kawasan Forest City ini.
Namun, hingga tahun 2019, hanya sekitar 500 orang saja yang tinggal dalam apartemen di Forest City.
Pembangunan dari Forest City ini dapat dikatakan sudah hampir lengkap karena gedung apartemennya sudah siap ditinggali, lalu juga ada mall, sekolah internasional, juga dua resort.
Namun, sayangnya komplek kota impian ini justru kosong tanpa penghuni. Salah satu penyebabnya adalah karena pembeli tidak tinggal di apartemen mereka dan memilih untuk menjadikan apartemen mereka sebagai aset.
Selain itu, harga dari apartemen di Forest City ini juga melonjak naik terlalu jauh.
Pada tahun 2017, harga satu unti apartemen adalah sekitar RM 740.846 atau setara dengan USD $ 170.000.
Namun, semakin lama, harga melonjak naik sampai menyentuh angka RM 5 miliar atau setara dengan USD $ 1,14 miliar.
Harga ini sangat jauh dibandingkan dengan properti lain di Johor Bahru yang hanya sekitar RM 619.633 atau sekitar USD $ 141.000.
Selain itu, pengembang dari mega proyek ini, yakni Country Garden Group, punya beban utang hingga USD $ 196 miliar.
Bahkan, perusahaan ini juga sudah membukukan kerugian mereka pada paruh pertama tahun 2023 yang mendapat persetujuan untuk memperpanjang batas waktu pembayaran.
Megaproyek Forest City memang sering disebut sebagai kota hantu. Namun, megaproyek ini tidak kosong tanpa penghuni.
Ada beberapa penghuni yang sudah pindah dan tinggal di Forest City walaupun tidak sebanyak yang diharapkan.***