Telan Dana Rp8,5 Triliun, PLTU di Kabupaten Tabalong Kalsel Ini akan Jual Listrik ke PLN Selama 25 Tahun

inNalar.com – Dalam rangka meningkatkan kebutuhan listrik Kalimantan Selatan, pemerintah membangun sebuah PLTU di Kabupaten Tabalong.

PLTU yang berada di Kabupaten Tabalong ini beroperasi pada tahun 2020.

Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang ada di Kabupaten Tabalong dikenal dengan sebutan PLTU Tanjung Power Indonesia.

Baca Juga: Gunung Setinggi 1,901 Mdpl di Pegunungan Meratus Kalimantan Selatan Ini Punya Batang Pohon Tak Biasa

Sebutan tersebut ditengarai oleh nama perusahaan yang memprakarsai pembangunan PLTU di Kabupaten Tabalong.

PLTU ini dibangun oleh perusahaan patungan yakni PT Tanjung Power Indonesia dan perusahaan asal Korea Selatan, PT East-West Power Indonesia.

Sebagai informasi PT Tajung Power Indonesia merupakan konsoriun PT Adaro Power.

Baca Juga: Jadi Lambang Kota! Menara Pandang di Banjarmasin Kalimantan Selatan Punya Plaza dan Ruang Seminar?

Secara administratif, PLTU Tanjung Power Indonesia berlokasi di Kasiau, Kec. Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Dilansir inNalar.com dari Kementrian ESDM, PLTU Tanjung Power ini dapat menunjang sistem kelistrikan Barito di wilayah Kalimantan Selatan.

Dengan beroperasinya PLTU ini diharapkan reserve margin meningkat dan beban dapat ditutup.

Baca Juga: Telan Rp278 Miliar! Jembatan Melengkung di Kalimantan Selatan Ini Jadi yang Pertama di Indonesia, Panjangnya..

Hal tersebut dapat diartikan beroperasinya PLTU Tanjung Power memberikan manfaat besar bagi masyarakat di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Mengingat kapasitas PLTU ini terbilang cukup besar yakni 2 x 100 Megawatt.

Berkapasitas sebesar itu, PLTU ini membutuhkan sekitar 1 juta ton batu bara untuk bahan bakar.

Kebutuhan 1 juta ton batu bara tersebbut akan didapatkan melalui PT Adaro Indonesia.

Untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga uap ini, PT Tanjung Power Indonesia menggelontorkan dana yang cukup fantastis mencapai angka triliunan.

Dana yang dibutuhkan untuk merealisasikan PLTU di Kabupaten Tabalong mencapai USD 545 juta atau sekitar Rp 8,5 Triliun.

Tak heran menghabiskan dana sebesar itu, pembangunan PLTU ini menggunakan teknologi biler batu bara Ultra-Supercritical yang ramah lingkungan.

Bahkan, pada saat pembangunannya, proyek ini menjadi yang pertama di Indonesia menggunakan teknologi tersebut.

Tak hanya ramah lingkungan, PLTU ini diproyeksikan rendah emisu dan sangat efisien dalam penggunaannya.

Setelah beroperasi, PLTU ini menjual listrik ke PLN dalam jangka waktu 25 tahun dari operasi komersial.***

 

Rekomendasi