Telan Dana Rp6 Miliar, Proyek Drainase 900 Meter di Kukar Kalimantan Timur Ini Terganjal Masalah Sosial?

inNalar.com – Proyek drainase sepanjang 900 meter kini telah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Proyek drainase ini sendiri akan memanfaatkan anggaran dari Pemprov Kalimantan Timur sebanyak Rp6 miliar.

Melansir dari laman resmi DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Seno Aji selaku Wakil Ketua DPRD Kaltim meninjau langsung ke lapangan.

Baca Juga: Belum Genap Sebulan, Pabrik Smelter Nikel di Kukar Kalimantan Timur Ini Alami Kebakaran, Perusahaannya

Ia melakukan monitoring proses pembangunan proyek drainase tersebut di Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong.

Politisi Gerindra Kaltim dapil Kukar tersebut melakukan monitoring secara langsung ke kelurahan tersebut.

Tujuannya yakni agar mengetahui secara langsung sejauh mana perkembangan proyeknya selesai dilakukan.

Baca Juga: Luas Konsesinya 84,323 Hektar, Pertambangan Pasir Kuarsa di Kukar Kalimantan Timur Dikuasai Perusahaan Ini

Ia mengatakan bahwa sebagian besar pengerjaan drainase telah berjalan dengan sangat bagus.

Pasalnya telah dirampungkan pembangunan drainase sejauh 200 meter.

Akan tetapi, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara harus menyelesaikan masalah sosial terlebih dahulu.

Baca Juga: Sepanjang 60 Meter Jembatan Sambera Kukar Dilakukan Perbaikan Permanen Demi Keamanan Jangka Panjang

Dengan begitu, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara perlu menyelesaikan masalah sosial tersebut karena masih menyisakan sebanyak 700 meter lagi.

Tentu saja hal ini termasuk kewajiban dari Pemkab Kukar untuk menyelesaikan pembangunannya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan drainase nantinya dapat menghindarkan masyarakat dari banjir di musim penghujan.

Dengan begitu, diharapkan perekonomian masyarakat setempat khususnya Kelurahan Loa Ipuh dapat terus berjalan tanpa adanya hambatan.

Diketahui Kelurahan Loa Ipuh Kabupaten Kukar sendiri termasuk salah satu daerah yang cukup rawan banjir.

Jika terjadi banjir, maka genangan air yang tinggi sering memutuskan aksesibilitas warga setempat.

Tentu saja hal ini sangat mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi warganya.

Itulah mengapa diperlukan pembangunan drainase untuk mengatasi masalah yang kerap berulang tersebut di musim penghujan.

Hanya saja, saat ini proses realisasi pembangunannya terhambat oleh beberapa masalah sosial maupun teknis.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]