Telan Dana Rp483 Miliar, Jembatan di Pekanbaru Riau Ini Baru Diresmikan Setelah 10 Tahun Dibangun, Namanya…

inNalar.com – Pembangunan infrastruktur seperti jembatan di Riau memang terus dilakukan dari tahun ke tahun.

Namun, tidak semua jembatan yang dibangun di Provinsi Riau dapat selesai dalam waktu satu atau dua tahun saja.

Sebagai contohnya adalah jembatan yang dibangun pada tahun 2009 di Pekanbaru, Riau ini.

Baca Juga: Bakal Diserobot Flyover Sei Ladi, Jalan Layang di Batam Kepulauan Riau ini Tak Kunjung Jadi, Apa Masalahnya?

Meski dibangun pada tahun 2009, namun, dibutuhkan waktu selama hampir 10 tahun untuk bisa menyelesaikan jembatan yang ada di Pekanbaru, Riau ini.

Jembatan di Provinsi Riau ini diresmikan pada Februari 2019 yang lalu oleh Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim.

Meski baru dibangun pada tahun 2009, namun, perencanaan pembangunan jembatan ini sudah berlangsung sejak tahun 2001.

Baca Juga: Sangat Langka! Inilah Fakta Unik yang Hanya Terjadi di Kota Batam Kepulauan Riau, Bisa Tebak Apa?

Perencanaan jembatan pada tahun 2011 dilaksanakan oleh konsultan perencanaan CV Sigma Momen.

Kemudian, studi kelayakan jembatan ini dilakukan pada tahun 2006 oleh CV Entercom Rekayasa.

Selanjutnya, pada tahun 2007, dilakukan review design terhadap perencanaan jembatan di Raiu ini yang dilakukan oleh PT Diantama Rekanusa.

Baca Juga: Desa di Bengkalis Riau Ini Sudah Ada Sejak Zaman Kerajaan Siak hingga Pernah Rekor MURI, Coba Tebak!

Akhirnya, pada tahun 2009, pembangunan jembatan di Riau ini dimulai dengan proyek konstruksinya dilaksanakan oleh PT Istaka Karya.

Pembangunan jembatan di Riau pada tahun 2009 ini didanai oleh dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Namun, pembangunan dari jembatan yang bernama Jembatan Siak IV di Riau ini tidak hanya dilakukan oleh satu perusahaan dan dalam satu tahap saja.

Jembatan Siak IV dibangun dalam beberapa tahap di tahun yang berbeda juga dengan kontraktor dan biaya yang berbeda-beda pula.

Dilansir inNalar.com dari JDIH Pemerintah Provinsi Riau, pembangunan pada tahun 2009 oleh PT Istaka Karya menghabiskan dana APBD sekitar Rp 9,393 miliar.

Baca Juga: Ekstrem! Ini 4 Jembatan ‘Maut’ di Indonesia yang Bikin Senam Jantung, Salah Satunya Sejak Era Kolonial Belanda

Pada tahun tersebut, pembangunan berfokus pada struktur bangunan bawah dari sisi Rumbai.

Selanjutnya, pada tahun 2010, pembangunan Jembatan Siak IV dilanjutkan dengan menghabiskan dana APBD sekitar Rp16,938 miliar.

Pada tahun 2010 ini, pembangunan dilakukan oleh PT Bukit Tangguh yang mengerjakan struktur bagian bawah (sisi Rumbai) dan PT Bina Riau Sejahtera yang mengerjakan struktur bawah serta pengamanan tebing (Sheet Pile).

Selanjutnya, pada tahun 2010 – 2013, pembangunan dilakukan oleh PT PP Waskita Hutama (KSO) dengan anggaran APBD sebesar Rp 348,138 miliar.

Angka anggaran yang begitu besar tersebut digunakan untuk melakukan seluruh pekerjaan sisi Jalan Jenderal Sudirman, pylon sampai dengan stage 6 hilir, stage 8 hulu, pekerjaan timbunan jalan akses, dan aproach span sisi Rumbai.

Lalu, pada tahun 2017 – 2018, pembangunan dilanjutkan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) dengan menggunakan dana APBD sebanyak Rp 109,218 miliar.

Baca Juga: Usianya 26 Tahun, Jembatan 1,082 m di Kalsel Ini Catatkan Rekor Muri Jadi yang Terpanjang: Saingi Suramadu?

Pada tahun tersebut, PT Brantas Abipraya mengerjakan pylon stage 7 hingga stage 17 bagian hilir, stage 9 hingga 17 bagian hulu, aproach span sisi Rumbai, main span, dan bangunan pelengkap.

Total dana APBD yang digunakan untuk membangun jembatan ini adalah sekitar Rp 483,687 miliar.

Adapun panjang dari Jembatan Siak IV ini adalah sekitar 800 meter dengan main span (bentang utama) 155 meter dan lebar mencapai 19,56 meter.

Selain itu, bentang pendekat dari jembatan ini berukuran 7×45 meter dari arah Rumbai dan 5×45 meter dari arah Sudirman.

Nama asli dari Jembatan Siak IV adalah Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah atau Marhum Bukit merupakan pendiri dari Kota Pekanbaru pada tahun 1766 – 1782.***

 

Rekomendasi