Telan Dana Rp310 Miliar, Smelter Pertama di Kalimantan Tengah Ini Dipasok Listrik PLN 39 MVA

inNalar.com – Kalimantan Tengah merupakan salah satu daerah dengan SDA tambang yang melimpah.

Maka dari itu, untuk meningkatkan nilai tambah dari SDA tambang yang ada, dibangunlah sebuah smelter.

Smelter tersebut merupakan yang pertama di Provinsi Kalimantan Tengah.

Baca Juga: Dapat Pinjaman Rp2,79 Triliun, Ternyata Segini Jumlah Aset Perusahaan Batu Bara Dian Swastika, Merosot Tajam?

Bahkan, pabrik tersebut merupakan smelter seng pertama di Indonesia.

Lokasinya berada di Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.

Pabrik pemurni ini diprakarsai oleh PT Kobar Lamandandau Mineral atau KLM.

Baca Juga: Megaproyek Tol Terpanjang Senilai Rp56,2 Triliun Ditinggal Konglomerat, PUPR Terpaksa Ambil Langkah Ini

Dengan beroperasinya pabrik ini akan mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah bagi produk tambang dalam negeri.

Selain itu, proyek ini merupakan salah satu proyek nasional untuk mendukung hilirisasi mineral.

Dana yang dibutuhkan untuk merealisasikan pabrik pemurni ini mencapai Rp310 miliar.

Baca Juga: Disokong Investasi Lokal Rp36,5 Triliun, Pabrik Baru di Kalimantan Timur Ini Lokasinya Bukan di Samarinda, Tapi di…

KLM berkolaborasi dengan PLN yang siap memasok listrik sebesar 39 MVA untuk pengoperasian pabrik.

Diketahui bahwa sistem kelistrikan di Kalimantan telah terhubung dengan jaringan transmisi interkoneksi Barito-mahakam dengan dana 1.780 MW.

Kerja sama antara KLM dengan PLN ini tentunya akan berdampak luas bagi perekonomian daerah dan nasional.

Baca Juga: Momen Warganet Curhat Biaya Hidup di IKN Ternyata Lebih Tinggi Dibanding di Jakarta, Kos-kosan Seharga Cicilan KPR?

Selain itu, dengan adanya smelter ini juga akan menyerap tenaga kerja lokal.

Tentunya hal tersebut akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Selama ini, Indonesia masih melakukan impor logam seng dari luar negeri dan semakin hari kebutuhan pasar semakin besar.

Maka dari itu, PT KLM berupaya memproduksinya di dalam negeri dengan tingkat kelmurnian mencapai 99,995 persen. ***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]