Telan Dana Rp1,9 Triliun, Bendungan di Kupang NTT Ini Bakal Disulap Jadi Destinasi Wisata dengan Lanskap Khas Daerah

inNalar.com – Fungsi dari bendungan tidak selamanya hanya sebagai tempat penampungan air dan mengalirkan ke wilayah yang membutuhkan.

Contohnya saja bendungan di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih dalam tahap pembangunan ini. Bendungan ini nantinya juga akan menjadi destinasi wisata dengan pemandangan khas yang akan sulit ditemui di daerah lain.

Dilansir dari Kementerian PUPR, infrastruktur yang sangat berkaitan erat dengan perairan ini mulai dibangun sejak tahun 2015 silam dan masih terus dilanjutkan hingga saat ini.

Baca Juga: Daftar Pemain Indonesia Masters 2024: Tuan Rumah Kirim Skuad Paling Mengerikan, Christian Adinata Comeback?

Pembangunannya sendiri dilakukan dalam dua tahap yang berbeda, yakni paket I dan paket II.

Pembangunan paket I dilakukan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk – PT Adhi Karya (Persero) Tbk – PT Jaya Konstruksi (KSO) dengan nilai kontrak mencapai Rp1,023 triliun.

Sedangkan, paket II dikerjakan oleh PT PP (Persero) Tbk – PT Ashri Putralora – PT Minarta Dutahutama (KSO) senilai Rp905,2 miliar.

Baca Juga: Daftar Pemain Unggulan Malaysia Open 2024: Indonesia Masih Digdaya, Fajar-Rian Sebatang Kara

Dengan begitu, keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk membangun infrastruktur ini adalah sekitar Rp1,9 triliun.

Dengan biaya yang fantastis tersebut, bendungan di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini akan memiliki kapasitas tampung raksasa, yakni sebesar 28,20 juta meter kubik.

Kemudian, besaran nilai air di atas akan digunakan untuk mengairi lahan irigasi atau pertanian seluas 310 hektare yang berada di kabupaten ini.

Baca Juga: Baru 5 Tahun Ekspansi Tambang Tembaga Tujuh Bukit di Banyuwangi, Perusahaan Ini Kantongi Kenaikan Aset hingga 20 Persen Lebih

Infrastruktur ini juga akan dimanfaatkan untuk menjadi sumber air baku sebesar 700 liter per detik serta pengendalian banjir sebesar 169,45 meter kubik per detik.

Tidak hanya itu, bendungan di Nusa Tenggara Tinur (NBT) juga dapat dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) sebesar 0,13 MW.

Selain itu, bendungan di Nusa Tenggara Timur (NTT) ini juga akan dimanfaatkan sebagai destinasi wisata dengan menyajikan lanskap dengan arsitektur lokal kas NTT.

Baca Juga: Belajar sambil Bekerja di BRILiaN Internship Program, BRI Buka Kesempatan Emas untuk Mahasiswa

Selain lanskap khas provinsi, salah satu hal yang juga menarik adalah penggunaan pelimpah atau spill way Morning Glory.

Spillway atau Pelimpah Morning Glory merupakan salah satu dari tiga pelimpah yang dasarnya memiliki bentuk yang menyesuaikan lokasi.

Adapun nama dari bendungan yang sedang dibangun di Nusa Tenggara Timur (NTT) ini adalah Bendungan Manikin yang berada di Desa Kuaklalo, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang.

Baca Juga: Terancam Ditinggal Rusia, Nasib Megaproyek Kilang Minyak Rp238 Triliun di Tuban Jawa Timur Ini Bakal Kandas?

Per awal Oktober 2023 lalu, progres dari pembangunan infrastruktur ini sudah mencapai 44,3%.

Proyek ini ditargetkan impounding dan peresmian pada November 2024 yang akan datang.***

 

Rekomendasi