

inNalar.com – Proyek pembangunan bendungan baru di NTT saat ini sedang dikebut pembangunannya.
Proyek tersebut kabarnya ditempatkan di tengah hutan Kupang, NTT.
Tepatnya berada di Desa Kuaklalo, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, NTT.
Pada akhir tahun 2022 lalu, Kementerian PUPR meninjau proyek pembangunan bendungan baru di Kupang, NTT tersebut.
Menteri Basuki berpesan kepada para kontraktor dan konsultan pengawas pembangunan bendungan untuk melakukan langkah-langkah percepatan pembangunan.
Sehingga, target penyelesaian pembangunan bendungan pada tahun 2024 dapat terealisasikan.
Baca Juga: Habiskan Rp820 Miliar, Bendungan di Bali Ini Aliri Sawah dan Cegah Banjir Pakai Teknologi Inti Aspal
Meskipun, beberapa saat sebelum lanjutan pembangunan, proyek bendungan tersebut sempat terkendala akibat permasalahan lahan dan teknis.
Melansir informasi resmi dari Kementrian PUPR, disebutkan bahwa nama dari bendungan baru di NTT tersebut adalah Bendungan Manikan.
Bendungan Manikan merupakan salah satu dari tujuh bendungan yang dibangun di Provinsi NTT pada periode 2015 hingga 2024.
Diketahui, kapasitas tampung dari bendungan baru di NTT tersebut direncanankan sebesar 28,20 juta meter kubik.
Sehingga, dari kapasitas tampung tersebut, diharapkan mampu memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian sebesar 310 Hektare.
Selain itu, proyek NTT yang telan anggaran senilai Rp1,9 triliun tersebut juga diharapkan mampu dimanfaatkan sebagai sumber air baku sebesar 700 liter/detik.
Sebenarnya, proyek pembangunan bendungan baru di Nusa Tenggara Timur tersebut telah dikerjakan sejak tahun 2019 lalu.
Pembangunan dilakukan dengan 2 paket pekerjaan, yang mana paket pertamanya dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) – Tbk, PT. Adhi Karya (Persero) Tbk-PT. Jaya Konstruksi (KSO).
Sedangkan paket keduannya dikerjakan oleh kontraktor PT. PP (Persero) Tbk-PT. Ashfri Putralora-PT. Minarta Dutahutama (KSO).
Itulah informasi mengenai bendungan baru di NTT yang proyeknya sempat terkendala lahan dan teknis.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi