Telan Dana Rp178 Miliar, Kantor Gubernur NTT yang Miliki Bentuk Unik Ini Sempat Alami Keretakkan Gegara…

inNalar.com – Ternyata di Indonesia bagian timur, terdapat sebuah kantor gubernur yang unik.

Kantor gubernur yang miliki desain unik tersebut adalah kantor gubernur NTT.

Lokasinya sendiri berada di Jalan El Tari Nomor 52, Oebobo, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, NTT.

Baca Juga: Megaproyek Smelter Senilai Rp14,7 Triliun Milik AMMAN di Sumbawa Barat NTB Diramal Selesai 2024, Progresnya…

Bangunan ini mulai dibangun pada tahun 2015 silam dan rampung pada tahun 2018.

Memiliki desain yang tak biasa, kantor ini menjadi tempat yang cukup populer di kawasan sekitar.

Desain gedung pemerintahan ini berbentuk seberti alat musik Sasando yang megah.

Baca Juga: Dibiayai Belanda, Jembatan Tercanggih di Flores Timur Senilai Rp5,2 Triliun Ini Diramalkan Mampu Hasilkan Listrik 300 Megawatt, Kok Bisa?

Bangunan ini dirancang oleh Louis Wilson yang memenangkan sayembara Pemerintah Provinsi setempat pada tahun 2014 silam.

Pembangunan kantor yang mewah dan unik ini dikerjakan oleh PT Waskita Karya.

Kemegahan kantor gubernur NTT bisa dilihat dari bagian tengah bangunan yang berbentuk alat musik khas NTT.

Baca Juga: Pengembangan Sampai 2034! Megaproyek Terminal Multipurpose Wae Kelambu NTT Mampu Tampung Petikemas Sampai 30 Ribu Teus

Dibagian tiang tengah seperti bambu dengan dawainya serta mozaik kaca yang merupakan lipatan daun lontar.

Tak hanya itu, disisi samping kiri dan kanan bangunan terdapat patung pahlawan El tari dan replika kelumutu.

Bisa dibilang gedung yang diresmikan tahun 2018 ini dipenuhi dengan ikon dari NTT yang sangat populer.

Baca Juga: Nilai Kapitalisasinya Rp231 T, Saham Konglomerat dengan Banyak Lini Bisnis Ini Justru Terus Anjlok Sejak Juni 2023

Biaya pembangunannya juga tidak main-main yakni mencapai ratusan miliar.

Dilansir inNalar.com dari Antara, untuk merealisasikan gedung ini, pemerintah menggelontorkan dana mencapai Rp178 miliar.

Meskipun begitu, bangunan ini sempat mengalami keretakan di beberapa tembok gedung.

Baca Juga: Terlanjur Habiskan Rp4,8 M, Progres Embung Gunung Kupang Banjarbaru Sudah Sampai 73 Persen Tapi Malah Molor dan Tuai Kritik, Kok Bisa?

Keretakan tersebut itmbuk akibat adanya gempa bermagintudo 6,6 pada kamis, 2 November 2023 lalu.***

 

Rekomendasi