Telan Dana Rp177 Miliar, Jembatan Belayan Jadi Penghubung Tiga Kabupaten Sekaligus di Kalimantan Timur

inNalar.com – Jembatan dapat menjadi penghubung antara Desa Muara Ritan, Kutai Kartanegara dengan Muara Pahu, Kutai Barat.

Jembatan dengan panjang 587 meter dan bernama Jembatan Belayan ini, berlokasikan di Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Jembatan Belayan telah diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Timur H Isran Noor pada 4 Juli 2023 lalu.

Baca Juga: Kunci Jawaban Soal Uji Kompetensi Buku Paket IPA Kelas 7 SMP Bab 1 Halaman 29 Tentang Objek Pengamatan

Gubernur menyampaikan bahwa Jembatan Belayan tak akan dibangun tanpa adanya dukungan penuh dari masyarakat dan Bayan Group.

Penyampaian gubernur di atas sebagaiman dikutip dari situs kaltimprov.go.id.

Jembatan yang dibangun oleh kontraktor PT Fajar Sakti Prima Bayan Grup menelan dana sebesar Rp177 miliar.

Baca Juga: Berdiri Sejak 1848! Tambang Batu Bara di Kalimantan Selatan Hasilkan 10 Ribu Ton Per Tahun, Jadi yang Tertua?

Dikutip dari situs kaltimprov.go.id, Kepala Teknik Tambang PT Fajar Sakti Prima Arifin Batung menyampaikan proyek jembatan diselesaikan dalam kurun waktu 15 bulan.

Proyek Jembatan yang memiliki lebar 6 meter ini dimulai dari Januari 2021 sampai April 2022.

Jembatan Belayan memiliki dua jalur, yaitu jalur hauling batu bara dan jalur untuk masyarakat.

Baca Juga: 10 Latihan Soal PTS, UTS Matematika Kelas 4 SD/MI Semester 1 Lengkap dengan Jawabannya, Ujian Auto Mudah

Adanya jembatan ini dapat menghubungkan tiga kabupaten sekaligus, diantaranya Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Kutai Timur.

Hal tersebut, membuat posisi keberadaan jembatan terletak pada tempat yang sangat strategis.

Fungsi dari jembatan ini adalah memberikan kemudahan akses para warga untuk beraktivitas di beberapa wilayah kabupaten.

Baca Juga: Ditinggalkan AS, Proyek Pembangunan Pabrik Batu Bara Rp225 Triliun di Sumatera Selatan Ini Dilirik China?

Sebelum adanya Jembatan Belayan, para warga harus menyebrangi sungai bahkan harus menggunakan kapal feri jika melalaui daratan.

Kini, setelah dibangunnya jembatan, masyarakat tidak perlu lagi menyebrangi sungai dan bisa menghemat ongkos dengan melewati Jembatan Belayan saja.

Tak hanya itu, masyarakat juga merasa diuntungkan dengan adanya Jembatan Belayan.

Baca Juga: Proyek Rp225 Triliun Ditinggalkan! Pabrik Batu Bara di Sumatera Selatan Ini Kerja Sama dengan AS, Tapi…

Adanya jembatan yang biasa disebut Jembatan Kembar Belayan dapat membuat warga mengirimkan hasil taninya ke luar kecamatan hingga ke luar daerah dengan biaya yang standar.***

 

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]