Telan Dana Rp166,7 Miliar, Proyek Pasar Terbesar di Jawa Timur Akhirnya Rampung dengan Hadirkan 3 Zona Khusus

inNalar.com – Ada banyak cara yang dilakukan untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di Jawa Timur.

Salah satu cara yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) adalah membangun Pasar Induk di Jawa Timur.

Infrastruktur Pasar Induk yang berada di Kota Batu, Jawa Timur dilakukan untuk memperkuat ekonomi masyarakat dan menjadi tempat para wisatawan untuk berdatangan.

Baca Juga: Jembatan Tua di Subang Ini Rangka Bajanya Pakai Buatan Inggris! Diperbaiki dengan Menelan Dana Rp2 Miliar

Infrastruktur Pasar Induk Kota Batu memiliki tiga lantai dengan pembagian beberapa zona khusus seperti zona basah di lantai 1, zona kering di lantai 2, dan zona makanan dan kuliner di lantai 3.

Pembangunan Pasar Induk ini termasuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum pada Peraturan Presiden No. 80 Tahun 2019, yakni tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Bromo-Tengger-Semeru, Kawasan Gerbangkertasusila hingga Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Pembangunan Pasar Induk yang menguras dana APBN senilai Rp166,7 miliar dengan luas bangunan sebesar 34.041 m2 ini, ternyata mengusung konsep bangunan gedung hijau.

Baca Juga: Lintasi Sungai Kareho, Jembatan Gantung Senilai Rp13,65 M di Kalimantan Barat Buka Akses Desa yang Terisolir

Menggunakan konsep pasar modern dengan bangunan hijau serta meminimalisir penggunaan AC dapat membuat gedung pasar terasa sejuk akibat banyak angin yang masuk.

Proyek pembangunan Pasar Induk Kota Batu dimulai sejak Desember 2021 hingga final rampungnya pada Mei 2023.

Diktuip dari laman resmi pu.go.id, Proyek Pasar Induk dikerjakan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga: Jawa Barat Punya Situs Megalitikum, Lebih Tua dari Piramida Giza di Mesir, Keberadaannya Sempat Terlupakan?

Melihat Proyek Pembangunan Pasar Induk yang telah usai 100 persen, Komisi V DPR RI melaksanakan kunjungan ke Pasar Induk Kota Batu pada 8 September 2023. 

Dilansir dari Instagram @bpsda_kotabatu, diinfokan pada 8 September 2023, Pemerintah Kota Batu menerima kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Pasar Induk.

Dikutip dari situs resmi dpr.go.id, Anggota Komisi V DPR RI yakni Sadarestuwati mengatakan dirinya mendukung Pasar Induk Kota Batu menjadi tempat wisata yang menarik.

Pasar yang memiliki daya tampung 2.630 pedagang dengan jumlah kios 1.716 dan Ios 914 tersebut dapat menarik perhatian Komisi V DPR RI saat melakukan kunjungan.

Sebagaimana yang dikutip dari Antaranews,  anggota Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR, Sri Rahayu menyebutkan desain pasarnya yang sangat bagus sehingga perlu diperhatikan pengelolaan dalam perawatan pasar untuk kedepannya.

Saat kunjungan guna meninjau lebih lanjut saat progres pembangunan beberapa bulan lalu , dikutip dari situs Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur, Gubernur Khofifah mengungkapkan rasa optimisnya bahwa Pasar Induk dapat dijadikan sebagai pasar ‘One Stop Service’ untuk semua kalangan yang berkunjung.

Menurut Gubernur Khofifah, Pasar Induk Kota Batu yang lengkap menyediakan berbagai macam kebutuhan seperti daging, ikan, sayur, buah, pakaian serta food court dapat menjadi pusat belanja yang sangat nyaman dan jadi pusat layanan bagi para wisatawan yang berkunjung.

Kini, dengan rampungnya proyek pasar seluas 6,032,86 meter persegi ini, langsung membuat Pasar Induk menjadi pasar terbesar di Jawa Timur.

Dilansir dari berbagai sumber, PJ Wali Kota Batu Aries Agung Paewai menuturkan Pasar Induk Kota Batu bisa ditempati oleh para pedagang di akhir bulan September ini. ***

Rekomendasi