Telan Dana Rp15,7 Miliar, Jembatan di NTB Ini Bisa Buka Tutup, Keindahannya Bikin Tercengang, Punya Panjang…

inNalar.com – Jembatan gantung ini terletak di Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pembangunannya jembatan ini menghubungkan desa Cemara dan Dusun Puyuhan, NTB.

Proyek tersebut dibangun dengan anggaran Rp 15,7 miliar dan membentang diatas lautan.

Baca Juga: Sama-sama Keturunan Presiden Soekarno, Adu Harta Kekayaan Megawati vs Puan Maharani, Mana yang Paling Kaya?

Jembatan tersebut memiliki manfaat yang sangat besar terutama untuk masyarakat di Dusun Cemara.

Jumlah penduduk di daerah tersebut sekitar 1.500 jiwa yang pada bagian Selatannya akan memanfaatkan jembatan tersebut.

Terbangunnya jembatan dengan panjang 120 meter tersebut akan mempermudah mata pencaharian warga.

Baca Juga: Andalkan Sungai Bengawan Solo, Proyek Bendungan Senilai Rp730 Miliar Ini Berpotensi Jadi Pembangkit Listrik

Hal itu dikarenakan warga tidak perlu menggunakan perahu untuk mencari ikan dan kerang laut.

Jembatan gantung di Pulau Lombok, NTB ini bernama jembatan Cemara yang didesain bisa membuka dan menutup.

Desain tersebut ditujukan sebagai solusi dari kapal doking milik asing sehingga bisa lewat di daerah tersebut.

Baca Juga: Punya Kekayaan Rp495 Miliar, Puan Maharani Miliki Tanah dan Bangunan Bernilai Fantastis, Nominalnya…

Jembatan tersebut memiliki ketinggian hingga 15 meter dengan pasang tertinggi yaitu 5-6 meter.

Keindahan dari Jembatan Cemara tersebut terekam dalam sebuah akun YouTube dengan nama Feros CL.

Jika dilihat, proyek itu membentang diatas laut luas yang dikelilingi hijaunya pepohonan bakau dengan pemandangan yang Indah.

Tidak hanya itu, dari jembatan tersebut terlihat juga pegunungan yang menambah sejuknya udara setempat.

Bahkan dikatakan pula bahwa jembatan tersebut merupakan jembatan Suramadunya orang Lombok.

Pembangunan dari proyek ini diharapkan bisa meningkatkan konektivitas untuk warga daerah setempat dan memberikan dampak pada perekonomian warga. ***

 

Rekomendasi