

InNalar.com – NASA memiliki teleskop canggih bernama James Webb Space Telescope (JWST) yang bisa menyelidiki kehidupan di luar angkasa.
NASA merupakan badan independent Federal Amerika Serikat yang bertanggung jawab dengan program luar angkasa.
Belum lama ini NASA telah resmi meluncurkan teleskop paling canggih yang ada di dunia bernama James Webb Space Telescope (JWST).
Baca Juga: GOOD BYE! 4 Hewan Ini Dipastikan Punah Sebelum Tahun 2050, Salah Satunya Macan Tutul
JWST merupakan kolaborasi antara Amerika Serikat, Eropa dan Kanada, di mana telah diluncurkan pada Desember 2021 dan menghabiskan dana 10 miliar dollar AS (Rp153 triliun).
JWST adalah teleskop luar angkasa yang 100 kali lebih kuat ketimbang teleskop luar angkasa bernama Huble yang merupakan generasi sebelumnya.
JWST pun sangat istimewa, di mana ia memang dirancang khusus untuk mendeteksi infra merah.
Selain itu James Webb juga bisa melihat masa lampau saat bintang dan galaksi pertama di alam semesta terbentuk.
Baca Juga: Ilmuwan Amerika Serikat Temukan Cara Melemahkan Nyamuk DBD, Strategi Jitu Sebelum Tertular
Melansir dari MIT Technology Review, JWST sendiri memiliki cermin utama berukuran 6 meter, tiha kali diameter Hubble.
James Webb yang dimiliki oleh NASA ini juga memiliki fitur pelindung matahari sebesar lapangan tenis untuk melindungi cermin dan instrumennya dari panas dan cahaya matahari.
Untuk dapat mencapai ruang angkasa, para insinyur merancang cermin dan pelindung matahari JWST agar dapat dilipat.
Sehingga bisa muat di dalam wadah roket, yang dibuka setelah peluncuran saat teleskop melakukan perjalanan ke orbit terakhirnya yang berjarak 1,5 juta kilometer dari Bumi.
Baca Juga: Ada Laut Baru, NASA Temukan Tanda-tanda Kehidupan di Bulan Jupiter, Apakah Alien Juga Terdeteksi?
Adanya JWST membuat para astronom bisa menyimpulkan bagaimana galaksi pertama di alam semesta terbentuk setelah Big Bang.
Namun James Webb juga memiliki fungsi lainnya untuk dibidang astronomi sehingga bisa membantu penelitian para astronom.
Penemuan-penemuan baru terjadi hampir setiap hari dan akan terjadi sepanjang masa dengan menggunakan JWST, yang diperkirakan penggunaannya bisa lebih dari 20 tahun.
Salah satunya ialah baru-baru ini James Webb menemukan adanya tanda-tanda kehidupan di bulan Jupiter bernama Europa.
Dalam Europa ditemukan lautan bawah tanah yang mengandung banyak karbon, salah satu zat penanda kehidupan.
Namun kini temuan James Webb soal adanya lautan bawah tanah di planet Jupiter masih terus diselidiki.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi